Memuat...

AS Akan Dirikan Pangkalan Militer Raksasa Dekat Gaza untuk Awasi Gencatan Senjata

Zarah Amala
Rabu, 12 November 2025 / 22 Jumadilawal 1447 10:45
AS Akan Dirikan Pangkalan Militer Raksasa Dekat Gaza untuk Awasi Gencatan Senjata
Skuadron Komunikasi ke-39 Amerika Serikat bersiaga dalam formasi di Pangkalan Udara Incirlik AS, di Turki. (Angkatan Udara AS)

YERUSALEM (Arrahmah.id) - Amerika Serikat berencana membangun pangkalan militer besar senilai $500 juta di wilayah 'Israel', dekat perbatasan Gaza, untuk mengawasi pelaksanaan perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza. Rencana ini dilaporkan oleh media 'Israel' dan dikutip kantor berita Anadolu.

Harian Yedioth Ahronoth, mengutip pejabat Israel tanpa nama, menyebutkan bahwa Washington berupaya mendirikan pangkalan militer besar di area perbatasan Gaza, langkah yang digambarkan sebagai “eskalasi signifikan dari aktivitas AS di 'Israel'.”

Menurut laporan tersebut, pangkalan itu akan menjadi markas bagi pasukan tugas internasional yang dibentuk di bawah kesepakatan gencatan senjata Gaza untuk memantau pelaksanaan gencatan di wilayah tersebut. Diperkirakan beberapa ribu tentara AS akan ditempatkan di sana.

Media 'Israel' itu menulis bahwa proyek ini akan menjadi “instalasi militer besar pertama AS di wilayah 'Israel',” menandakan semakin dalamnya keterlibatan Washington dalam upaya stabilisasi pascaperang di Gaza.

Selama dua tahun perang 'Israel' di Gaza, AS telah memasang sistem pertahanan rudal THAAD yang digunakan untuk mencegat rudal dan drone Iran dalam konflik 12 hari dengan 'Israel'.

“Pendirian pangkalan AS di tanah 'Israel' menunjukkan betapa kuat tekad Washington untuk terlibat langsung dalam urusan Gaza dan konflik 'Israel'-Palestina yang lebih luas,” kata seorang pejabat 'Israel' kepada Yedioth Ahronoth.

Meski demikian, sejumlah pejabat AS, termasuk Wakil Presiden JD Vance, sebelumnya menegaskan bahwa “tidak akan ada pasukan AS yang ditempatkan di Gaza.”

Lokasi Masih Dikaji

Saat ini, sekitar 200 personel militer AS bertugas di Civil-Military Coordination Center (CMCC) di Kiryat Gat, 'Israel' selatan, untuk memantau gencatan senjata.

Menurut pejabat 'Israel', pusat koordinasi yang dipimpin AS ini nantinya akan mengambil alih sepenuhnya distribusi bantuan kemanusiaan di Gaza, menggantikan mekanisme COGAT milik 'Israel'.

Yedioth Ahronoth tidak menyebut lokasi pasti pangkalan tersebut, namun menyebut survei lokasi sedang dilakukan. Belum ada tanggapan resmi dari pihak AS maupun 'Israel' terkait laporan ini.

The Times of Israel juga melaporkan, mengutip Ynet dan Shomrim, bahwa AS memang berencana membangun pangkalan militer semacam itu dengan biaya sekitar $500 juta dan kapasitas beberapa ribu tentara.

Michael Milshtein, peneliti senior di Pusat Dayan Universitas Tel Aviv dan mantan kepala urusan Palestina di intelijen militer 'Israel', mengatakan bahwa CMCC “akan bertanggung jawab atas sebagian besar operasi di Gaza, dan status 'Israel' sebagai aktor utama di Jalur Gaza akan segera berubah.”

Kesepakatan gencatan senjata yang didukung AS mulai berlaku pada 10 Oktober lalu, berdasarkan rencana 20 poin yang disusun Presiden AS Donald Trump. Tahap pertama mencakup pertukaran sandera 'Israel' dengan tahanan Palestina, serta pembangunan kembali Gaza dan pembentukan mekanisme pemerintahan baru tanpa Hamas.

Sejak Oktober 2023, perang 'Israel' di Gaza telah menewaskan lebih dari 69.000 orang dan melukai lebih dari 170.600 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. (zarahamala/arrahmah.id)