JAKARTA (Arrahmah.id) - Seluruh delegasi Indonesia dalam Global Sumud Flotilla (GSF) resmi memutuskan untuk tidak berlayar menuju Gaza.
Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai situasi terkini di Tunisia, termasuk cuaca ekstrem yang menyebabkan kerusakan kapal, salah satunya armada dari Spanyol.
Dalam rilis resmi Indonesia Global Peace Convoy (IGPC), disebutkan bahwa berkurangnya jumlah kapal siap layar membuat steering committee GSF mengurangi kuota peserta.
Demi kelancaran misi, kursi yang sebelumnya disiapkan untuk relawan Indonesia akhirnya diberikan kepada relawan internasional.
Padahal, 30 relawan Indonesia sudah siap secara fisik dan mental setelah menjalani pelatihan intensif di Tunisia.
IGPC juga telah menyiapkan lima kapal yang diberi nama pahlawan nasional. Namun, kapal tersebut kini akan diserahkan ke tim internasional untuk memastikan misi tetap berjalan.
"Keputusan ini diambil sebagai langkah strategis untuk menjamin kesuksesan misi Global Sumud Flotilla," tulis IGPC.
Delegasi Indonesia akan kembali ke tanah air untuk mempersiapkan misi berikutnya secara lebih matang.
Global Sumud Flotilla sendiri adalah misi kemanusiaan maritim terbesar, diikuti lebih dari 1.000 peserta dari 47 negara dengan sekitar 80 kapal.
Tujuannya menembus blokade Gaza, membuka jalur kemanusiaan, dan menggugah kesadaran dunia atas genosida yang sedang berlangsung dengan komitmen penuh pada gerakan damai tanpa kekerasan.
(ameera/arrahmah.id)
