Memuat...

Drama di Langit Iran: Selamatkan Pilot F-15, AS Justru Hancurkan Pesawatnya Sendiri

Samir Musa
Ahad, 5 April 2026 / 17 Syawal 1447 17:56
Drama di Langit Iran: Selamatkan Pilot F-15, AS Justru Hancurkan Pesawatnya Sendiri
Pesawat Amerika jenis MC-130J (Reuters)

WASHINGTON (Arrahmah.id) — Operasi militer Amerika Serikat untuk menyelamatkan pilot jet tempur F-15 yang jatuh di wilayah Iran berujung pada kerugian besar, setelah Washington dilaporkan menghancurkan sejumlah aset militernya sendiri demi mencegah jatuh ke tangan pihak lawan.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Ahad (5/4/2026) mengumumkan bahwa salah satu pilot F-15 berhasil diselamatkan setelah operasi pencarian intensif selama dua hari di wilayah Iran. Pilot tersebut merupakan anggota kedua dari awak pesawat yang sebelumnya diklaim ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Iran.

“Kami berhasil mengevakuasi pilot kami,” ujar Trump, seraya memuji operasi militer yang dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Sebelumnya, Amerika Serikat juga telah berhasil menyelamatkan satu pilot lainnya dari insiden yang sama.

Namun, di sisi lain, operasi ini disebut tidak berjalan tanpa kerugian. Pihak Iran mengklaim bahwa mereka berhasil menggagalkan upaya penyelamatan tersebut dan menembak jatuh sejumlah aset militer Amerika, termasuk dua helikopter Black Hawk dan satu pesawat angkut C-130 di wilayah selatan Isfahan.

Sementara itu, laporan dari media Amerika menyebutkan bahwa militer AS terpaksa menghancurkan sendiri dua pesawat operasi khusus jenis MC-130J yang mengalami kerusakan saat misi berlangsung.

Langkah tersebut diambil untuk memastikan teknologi dan peralatan militer canggih tidak jatuh ke tangan musuh.

Harian The Wall Street Journal melaporkan bahwa keputusan penghancuran dilakukan setelah pesawat mengalami kendala teknis dan tidak dapat dievakuasi dengan aman dari lokasi operasi.

Selain itu, laporan The New York Times juga menyebut bahwa dua pesawat angkut yang bermasalah di pangkalan sementara di dalam wilayah Iran turut dihancurkan sebelum pasukan Amerika meninggalkan area tersebut.

Di sisi lain, kantor berita Reuters melaporkan bahwa dua helikopter Black Hawk sempat terkena tembakan dalam operasi tersebut, namun berhasil keluar dari wilayah udara Iran dalam kondisi rusak.

Dalam insiden terpisah, sebuah pesawat tempur A-10 Warthog milik Amerika Serikat juga dilaporkan jatuh di wilayah Kuwait setelah mengalami kerusakan, meskipun pilotnya berhasil menyelamatkan diri.

Peristiwa ini menyoroti tingginya risiko dalam operasi militer lintas wilayah, sekaligus memperlihatkan betapa mahalnya biaya dari sebuah misi penyelamatan di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

(Samirmusa/arrahmah.id)