Memuat...

Drone 'Israel' Terus Menyerang saat Hujan Lebat Hancurkan Kamp-kamp di Gaza

Zarah Amala
Kamis, 26 Februari 2026 / 9 Ramadan 1447 10:15
Drone 'Israel' Terus Menyerang saat Hujan Lebat Hancurkan Kamp-kamp di Gaza
(Al Jazeera)

GAZA (Arrahmah.id) - Serangan pesawat nirawak (drone) dan gempuran udara 'Israel' terus berlanjut di Gaza, menewaskan warga sipil Palestina di tengah rapuhnya kesepakatan gencatan senjata. Pada Selasa malam (24/2/2026), serangan drone di Jalan al-Shuhada, Gaza City, menewaskan satu warga sipil, disusul serangan serupa di Al-Mawasi, Khan Yunis, pada Rabu pagi (25/2) yang menambah jumlah korban tewas dan luka-luka.

Kementerian Kesehatan Gaza mencatat bahwa sejak 10 Oktober, tercatat sekitar 615 warga tewas dan 1.658 terluka akibat pelanggaran gencatan senjata oleh pihak 'Israel'. Serangan terbaru ini meliputi tiga kali gempuran udara di Rafah dan Khan Yunis, serta serangan artileri di sebelah timur Gaza City.

Di tengah eskalasi militer, situasi kemanusiaan mencapai titik nadir setelah hujan deras dan sistem tekanan rendah merusak kamp-kamp pengungsian. Ratusan tenda ambruk atau terendam banjir, memaksa keluarga pengungsi yang sudah kehilangan segalanya untuk menghadapi cuaca dingin tanpa perlindungan yang memadai.

Data dari sumber medis dan lembaga bantuan menunjukkan kondisi yang sangat kritis. Sekitar 127.000 dari 135.000 tenda yang ada di Gaza kini dinyatakan tidak lagi layak huni. Terdapat kekurangan selimut dan peralatan pemanas yang mencapai lebih dari 70% di seluruh Jalur Gaza, dengan kondisi terparah berada di wilayah terpencil.

Sekitar dua pertiga populasi Gaza saat ini tinggal di dalam tenda yang menawarkan perlindungan sangat minim terhadap kondisi cuaca ekstrem.

Pihak Pertahanan Sipil di Khan Yunis melaporkan peningkatan panggilan darurat untuk mengevakuasi keluarga yang terjebak akibat tenda yang roboh. Pihak berwenang Palestina kembali mendesak komunitas internasional untuk memaksa Israel menghentikan agresi dan membuka akses bagi masuknya bantuan makanan, pasokan medis, dan material hunian darurat sesuai dengan kesepakatan yang ada.

Kondisi infrastruktur yang sudah hancur akibat perang kini diperparah oleh cuaca, meningkatkan risiko runtuhnya sisa-sisa bangunan tempat tinggal dan memperburuk ancaman kesehatan bagi warga yang mengungsi di pusat-pusat penampungan kolektif. (zarahamala/arrahmah.id)