GAZA (Arrahmah.id) -- Lembaga Board of Peace (BoP) bersama FIFA mengumumkan rencana besar untuk membangun infrastruktur sepak bola di Gaza, termasuk 55 lapangan sepak bola, sebuah akademi FIFA, dan stadion nasional berkapasitas besar. Lanhkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya rekonstruksi kawasan yang terdampak konflik berkepanjangan. BoP berharap ini dapat membantu menghidupkan kembali kehidupan olahraga dan memberikan peluang sosial-ekonomi bagi masyarakat setempat.
Proyek tersebut merupakan hasil kemitraan strategis yang ditandatangani antara FIFA dan BoP — badan multinasional yang diprakarsai Presiden Amerika Serikat (AS) dan para pemimpin internasional termasuk Indonesia. Rencana pembangunan dibagi dalam beberapa fase, dimulai dengan lapangan mini FIFA, lapangan ukuran penuh, fasilitas pelatihan, hingga stadion nasional yang akan menjadi pusat kegiatan olahraga utama di Gaza.
Menurut rencana awal yang dipresentasikan, fase pertama mencakup pembangunan 50 FIFA arena mini-pitches sebagai fasilitas olahraga komunitas, diikuti oleh 5 lapangan sepak bola ukuran penuh, sebuah akademi pengembangan pemain dan pelatih, serta stadion nasional yang diperkirakan akan berkapasitas sekitar 20.000 penonton — fasilitas yang diharapkan menjadi simbol kebangkitan olahraga regional.
Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan, seperti dilansir The National (22/2/2026), bahwa olahraga, khususnya sepak bola, dapat menjadi alat penting untuk rekonsiliasi, pembangunan komunitas, dan pertumbuhan ekonomi setelah periode panjang konflik. FIFA juga menandatangani kesepakatan ini dalam konteks BoP, yang bertujuan memobilisasi dukungan internasional untuk rekonstruksi Gaza melalui berbagai inisiatif sosial dan olahraga.
Meskipun proyek ini dipandang besar dan ambisius, beberapa pihak internasional dan pengamat konflik memperingatkan perlunya kehati-hatian dalam implementasinya mengingat kondisi infrastruktur dasar Gaza yang masih rusak parah akibat perang sebelumnya — seperti ketiadaan rumah, jalan, dan pasokan listrik — yang dinilai mendesak untuk diprioritaskan bersamaan dengan pembangunan fasilitas olahraga. (hanoum/arrahmah.id)
