Memuat...

Gaza Kubur Ulang 120 Anggota Keluarga yang Dibantai dalam Serangan 'Israel'

Zarah Amala
Sabtu, 25 Oktober 2025 / 4 Jumadilawal 1447 11:00
Gaza Kubur Ulang 120 Anggota Keluarga yang Dibantai dalam Serangan 'Israel'
120 anggota keluarga Gaza dimakamkan ulang (QNN)

GAZA (Arrahmah.id) - Tim Pertahanan Sipil Palestina pada Jumat (24/10/2025) memindahkan jenazah lebih dari 120 anggota keluarga Shuheiber yang gugur akibat agresi 'Israel', dari kuburan massal sementara ke Pemakaman Sheikh Shaaban di bagian timur Kota Gaza.

Pemindahan dilakukan setelah berbulan-bulan para korban dimakamkan sementara di lahan pertanian di selatan Kota Gaza, menyusul serangan udara 'Israel' yang kala itu membuat akses ke pemakaman resmi mustahil dilakukan.

Sejak pagi, tim Pertahanan Sipil dengan bantuan keluarga Shuheiber menggali kembali jasad-jasad tersebut dan memindahkannya ke lokasi pemakaman tetap. Puluhan warga turut hadir dan melaksanakan salat jenazah sebelum proses pemakaman ulang di kawasan Al-Saha.

Serangan udara 'Israel' pada 17 November 2023 menghantam rumah keluarga Shuheiber di lingkungan Al-Sabra, yang saat itu menjadi tempat berlindung bagi sejumlah pengungsi internal. Menurut salah satu penyintas, Nahid Shuheiber, serangan tersebut menewaskan lebih dari 95 anggota keluarga, sementara beberapa lainnya tertimbun reruntuhan.

“Kami tidak punya pilihan selain menguburkan mereka di tanah pertanian dekat rumah, karena saat itu mustahil menuju pemakaman,” ujar Nahid.

Direktur Jenderal Pertahanan Sipil Gaza, Raed Al-Dahshan, mengatakan pemindahan jenazah dilakukan dengan bantuan pakar forensik, Kementerian Kesehatan, dan para relawan. “Kami telah memindahkan lebih dari 120 jenazah dari kuburan sementara ke tempat peristirahatan terakhir mereka,” katanya.

Selama hampir dua tahun agresi 'Israel' di Gaza, puluhan kuburan sementara bermunculan di berbagai lokasi, termasuk halaman rumah sakit, sekolah, dan lahan kosong. Kondisi perang, pengeboman tanpa henti, serta akses jalan yang terputus membuat keluarga-keluarga tidak dapat melakukan pemakaman dengan layak.

Laporan hak asasi manusia menyebutkan ribuan warga Palestina dimakamkan di dekat rumah dan rumah sakit ketika tim penyelamat tak mampu mencapai jenazah. Tim Pertahanan Sipil Gaza hingga kini terus mengevakuasi korban di bawah reruntuhan meski kekurangan alat berat dan peralatan keselamatan akibat blokade 'Israel'.

Sejak dimulainya perang pada Oktober 2023, 'Israel' telah menewaskan lebih dari 68.280 warga Palestina, melukai 170.375 lainnya, dan menyebabkan 9.500 orang hilang.

Pemakaman ulang keluarga Shuheiber menjadi simbol tragis dari penderitaan rakyat Gaza yang terus berjuang memberikan penghormatan terakhir bagi orang-orang tercinta di tengah kehancuran tanpa henti. (zarahamala/arrahmah.id)