JAKARTA (Arrahmah.id) - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengeluarkan kebijakan unik terkait kebiasaan siswa menuju sekolah.
Melalui surat edaran yang ditandatanganinya pada 25 Mei 2025, Dedi meminta siswa di bawah umur untuk berjalan kaki dari rumah ke sekolah selama jarak tempuhnya masih memungkinkan.
“Saya minta bagi yang jarak rumahnya masih bisa dijangkau dengan jalan kaki, ya jalan kaki. Itu bagian dari pendidikan karakter,” kata Dedi, dikutip dari Kantor Berita RMOLJabar, Kamis (30/10/2025).
Menurutnya, kebijakan ini bukan tanpa alasan. Ia ingin mengembalikan budaya berjalan kaki sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan pembentukan karakter disiplin sejak dini.
Dedi mencontohkan negara maju seperti Jepang dan Singapura, di mana anak-anak terbiasa berjalan kaki ke sekolah tanpa merasa keberatan.
“Kalau saya dibilang mau mengembalikan orang ke zaman batu, biar saja. Di Jepang dan Singapura, jalan kaki itu budaya. Di kita, masalahnya cuma karena panas dan lalu lintasnya semrawut,” ujarnya.
Selain mendorong kebiasaan jalan kaki, Dedi juga memastikan pemerintah provinsi akan menyediakan fasilitas yang memadai. Ia berencana membangun trotoar-trotoar baru yang aman dan nyaman di sekitar kawasan sekolah.
“Satu kilometer menjelang sekolah akan saya bangunkan trotoar yang nyaman dan aman bagi siswa yang berjalan kaki,” tegasnya.
(ameera/arrahmah.id)
