GAZA (Arrahmah.id) -- Kelompok perlawanan Palestina Hamas menyerukan kepada Pakistan dan negara-negara Muslim di seluruh dunia untuk meningkatkan dukungan terhadap rakyat Palestina serta mempercepat upaya rekonstruksi Gaza yang hancur akibat perang berkepanjangan dengan 'Israel'. Seruan tersebut disampaikan oleh pejabat senior Hamas sebagai bagian dari upaya memperkuat solidaritas dunia Islam dalam membantu pemulihan wilayah Palestina itu.
Dalam pernyataannya, seperti dilansir Middle East Monitor (9/3/2026), pejabat Hamas Khalil al Hayya meminta pemerintah Pakistan, organisasi kemanusiaan, serta para ulama di dunia Islam untuk memainkan peran lebih besar dalam mendukung “keteguhan rakyat Palestina” sekaligus membantu pembangunan kembali Gaza. Ia menekankan bahwa rekonstruksi wilayah tersebut membutuhkan dukungan politik, ekonomi, dan kemanusiaan dari negara-negara Muslim.
Seruan tersebut muncul ketika Gaza menghadapi kerusakan infrastruktur besar akibat konflik yang masih berlangsung antara 'Israel' dan Hamas. Perang yang dimulai setelah serangan Hamas terhadap 'Israel' pada Oktober 2023 memicu operasi militer besar Israel di wilayah Gaza dan menimbulkan krisis kemanusiaan luas di wilayah berpenduduk lebih dari dua juta orang itu.
Di tingkat internasional, berbagai inisiatif rekonstruksi Gaza juga tengah dibahas oleh sejumlah negara dan organisasi internasional. Beberapa negara telah menyatakan komitmen pendanaan awal miliaran dolar untuk membantu pembangunan kembali wilayah tersebut, sementara berbagai skema internasional juga dibentuk untuk mengoordinasikan stabilisasi dan pemulihan pascakonflik di Gaza.
Pakistan sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu negara yang secara konsisten menyatakan dukungan politik terhadap perjuangan Palestina dan menentang operasi militer Israel di Gaza. Pemerintah Islamabad berulang kali menyerukan komunitas internasional untuk melindungi hak-hak rakyat Palestina serta mempercepat bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza. (hanoum/arrahmah.id)
