Memuat...

Hamas Serukan Dialog Pakistan–IIA

Hanoum
Sabtu, 28 Februari 2026 / 11 Ramadan 1447 08:23
Hamas Serukan Dialog Pakistan–IIA
Logo Hamas. [Foto: Ilkha]

GAZA (Arrahmah.id) -- Kelompok perlawanan Palestina Hamas menyerukan ketenangan dan dialog di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Pakistan dan Imarah Islam Afghanistan (IIA), menyusul eskalasi serangan lintas batas dan pernyataan perang terbuka” dari Islamabad.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada 27 Februari 2026, seperti dilansir Ilkha (27/2/2026), Hamas mendesak kedua negara untuk menahan diri dan menghentikan pertumpahan darah.

“Kami menyerukan kepada saudara-saudara kami di Pakistan dan Afghanistan untuk menahan diri, memprioritaskan bahasa dialog dan diplomasi, berupaya menghentikan pertumpahan darah, dan mencegah eskalasi lebih lanjut di kawasan ini.” Kelompok itu juga menambahkan pentingnya “menggunakan dialog konstruktif dan mengutamakan kepentingan tertinggi umat Islam,” kata pernyataan Hamas.

Hamas mengaitkan seruan tersebut dengan situasi geopolitik yang lebih luas. Mereka menyatakan bahwa pada saat “entitas Zionis berupaya membangun aliansi baru dan mencoba memecah isolasi internasionalnya setelah kejahatan genosida yang dilakukannya terhadap rakyat kami di Gaza,” umat Islam dinilai lebih membutuhkan kohesi dan persatuan daripada sebelumnya.

Seruan itu muncul setelah Pakistan menyatakan keadaan perang terbuka terhadap IIA menyusul serangan udara dan bentrokan di perbatasan. Pemerintah Pakistan mengklaim telah menewaskan ratusan pejuang dan melukai ratusan lainnya dalam operasi militer terbaru, sementara otoritas Afghanistan membantah sejumlah tuduhan Islamabad dan menyerukan de-eskalasi.

Dikutip dari Reuters (27/2), bentrokan lintas batas antara pasukan Pakistan dan unsur IIA meningkat dalam beberapa hari terakhir, memicu kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas. Sementara itu, sejumlah analis memperingatkan bahwa eskalasi ini berpotensi memperburuk stabilitas keamanan di Asia Selatan yang sudah rapuh.

Pernyataan Hamas menjadi salah satu respons politik dari luar kawasan Asia Selatan terhadap krisis tersebut, sekaligus mencerminkan dimensi solidaritas lintas negara yang kerap disuarakan dalam konteks konflik yang melibatkan negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim. (hanoum/arrahmah.id)