Memuat...

Idul Fitri Momen Perjuangan Meraih Kemenangan Umat Islam

Oleh Sri Utami Praktisi Pendidikan
Jumat, 3 April 2026 / 15 Syawal 1447 16:50
Idul Fitri Momen Perjuangan Meraih Kemenangan Umat Islam
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Sergey Balakhnichev)

Ramadhan telah berlalu umat muslim berbahagia menyambut hari raya Idul Fitri untuk berharap  memperoleh kemenangan, setelah sebulan digembleng untuk berharap  menjadi umat yang bertakwa. Rasulullah saw. Bersabda :

Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagian: Kebahagiaan saat berbuka dan kebahagiaan saat bertemu dengan Tuhannya”. (HR al-Bukhari dan Muslim).

Bulan Ramadhan tidak hanya bulan latihan menahan diri dari lapar, dahaga, menahan hawa nafsu semata tetapi juga di bulan Ramadhan ini ada momentum bulan perjuangan bagi umat Islam untuk kembali ke fitrah, yakni tunduk sepenuhnya pada aturan Allah SWT.

 

Krisis Dunia Akibat Kapitalis Sekuler

Dunia saat ini berada pada titik kelelahan peradaban. Krisis demi krisis muncul diberbagai wilayah. Berbagai problema kehidupan masyarakat seperti kriminalitas, kemiskinan, ketertindasan , kekacauan terjadi menimpa umat muslim di berbagai negara seperti di Palestina, Sudan, Myanmar, Xianjiang dan negri-negri lain. Saudara kita di Sumatra yang lebih dari  tiga bulan terkena bencana masih tinggal di tenda-tenda yang sangat darurat masih butuh bantuan kita.

Mengapa problema umat ini terjadi? Jawabannya tidak lain karena  ketaatan umat pada syariah belum seluruhnya dilaksanakan dalam kehidupan. Umat Islam merasa sudah melaksakan syariat hanya bila sudah  menjalankan ibadah mahdah saja. Padahah syariat Islam itu luas dan terimplementasi dalam seluruh aspek tatanan kehidupan. Juga syariat Islam harus diterapkan pada taraf  bagi individu, masyarakat dan negara.

Dalam kehidupan kapitalis sekuler saat ini, dimana terjadi pemisahan agama dari kehidupan maka umat mengambil aturan-aturan berdasarkan hukum buatan manusia dalam kehidupannya baik dalam sistem hukum, sosial, Pendidikan,politik dll.

Aturan syariat dalam berbagai aspek sosial di masyarakat dianggap tidak sesuai dengan tuntunan jaman. Dan aturan atau hukum yang  berlaku di masyarakat masih merupakan hukum peninggalan penjajah dahulu. Sementara penjajah adalah bangsa Eropa yang menganut sistem kapitalis sekuler.

Akibatnya dalam kehidupan masyarakat hal-hal yang berupa  larangan dari Allah atau syariah  banyak dilanggar seperti mentolerir riba, penguasaan sumberdaya alam oleh individu, kekayaan mengalir ke atas dan terkonsentrasi pada kaum minoritas, penerapan hukum yang tidak adil dimana hukum lancip ke bawah dan tumpul ke atas, negara yang kuat menekan negara yang lemah dll.

Penerapan aturan yang dibuat oleh manusia dalam kehidupan ternyata banyak menimbulkan berbagai permasalahan hidup. Mengapa demikian karena  manusia bersifat lemah baik dalam  berfikir, bertindak dan membuat keputusan.  Sementara Allah maha pencipta Dialah yang mengetahui segalanya tentang seluk beluk  apa yang ada dalam ciptaannya . Oleh karena itu kalau kita pahami maka hukum Allah lah yang bisa memecahkan segala problema kehidupan manusia secara sempurna dan hukum Allah berlaku selamanya sampai akhir jaman. Karena  Al Qur’an keberadaannya  selalu Allah jaga hingga hari akhir.

Perjuangan umat Islam untuk kembali ke aturan atau hukum-hukum Allah harus selalu dilakukan. Karena untuk mengembalikan kehidupan Islam belum tercapai, butuh usaha yang semakin besar untuk meraih kemenangan yang hakik di moment Idul Fitri inii. Aktivitas dakwah untuk memberikan pemahaman pada umat tentang harusnya berhukum pada syariah di berbagai aspek kehidupan harus terus dilakukan. Umat Islam harus terikat pada akidah yang sama.

Sayangnya umat Islam masih terpecah dalam berbagai negara, bahkan banyak yang bersekutu dengan negara kafir harbi. Dan ini sengaja diciptakan oleh kafir penjajah. Kita dipisahkan oleh negara-negara (national state) dan nasionalisme sempit. Al hasil Ketika satu negara muslim diserang, negri muslim lainnya tidak mampu membela sebagai satu kekuatan . Padahal Allah SWT berfirman :

Sesungguhnya kaum Mukmin itu bersaudara”. (QS al Hujurat {49}:10)

Persaudaraan umat Islam bukan sekedar wacana tetapiseharusnya  adalah sebuah ikatan akidah yang melampaui ras dan bangsa atau negara.

Fenomena diunia sekarang kita menyaksikan bagaimana terjadi tragedi kemanusiaan di berbagai negara. Dimana negri-negri muslim diserang dari berbagai arah. Bukan hanya Palestina tetapi Iran baru saja dibombardir oleh Amerika Serikat dan sekutunya Israel. Sementara negara-negara muslim lain hanya diam menyaksikan itu malah ada yang mengecam Iran.

Mengapa semua ini terjadi? Apakah karena jumlah umat Islam sedikit dan tak berarti? Tidak sama sekali ! Bahkan sekarang ini jumlah umat Islam sudah mencapat sekitar 2 miliar jiwa. Hanya saja , mereke tidak berdaya. Rasulllah SAW menjelaskan akar penyebabnya adalah adanya penyakit “al-wahn” yang menjangkiti umat ini. Al wahn artinya adalah “Cinta dunia dan takut mati”. (HR Abu Dawud)

 

Kembali ke Syariah Harus Diperjuangkan

Kesadaran umat Islam untuk memaknai Ramadhan sebagai bulan perjuangan belum sampai pada kesadaran ideologi Islam. Perjuangan umat masih dominan bersifat praktis-pragmatis.

Karena itu bulan Ramadhan dan Idul Fitri harus menjadi hari kesadaran bahwa dahulu umat ini memiliki sejarah yang membanggakan dimana pernah umat Islam memimpin dunia dengan penuh keadilan. Pernah pula merasakan  bahwa umat  ini pernah menjadi pelindung bagi bangsa-bangsa yang tertindas dan  menjadi korban kezaliman. Dulu saat Umat Islam sedunia memilki kepemimpinan global yang menyatukan, mereka menjadi umat yang disegani dan diperkhitungkan. Tak mudah bagi musuh-musuh mereka untuk melecehkan dan menistakan. Sebabnyak kaum muslim, selama berabad-abad lamanya menerapkan   Islam Kaffah

Saat Khilafah ada , darah kaum musli terperihara. Tanah dan harta mereka benar-benar terjaga kehormatan mereka pun tidaj ada  yang berani menista.

Tetapi keadaan saat ini  posisi politik umat Islam terus dalam kondisi lemah padahal Allah Swt., telah memberi mereka predikat sebaik-baiknya umat Islam (khoirul ummah)

Kalau kita tahu bahwa Jumlah sumber daya manusia, Sumber daya alam , posisi geopolitik dan geostrategis wilayah umat Islam sangat besar-kuat, dan punya potensi Islam sebagai ideologi.

Upaya yang dicapai untuk mengembalikan kehidupan Islam membutuhkan kesadaran umat untuk bersatu padu.  Prioritas dakwah membangun kesadaran pentingnya  Islam kaffah harus terus dilakukan. Sehingga umat terpahamkan dan menginginkan untuk menegakan syariat Islam dalam kehidupan.

Oleh karena itu marilah kita menjadikan Idul Fitri ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri. Menjadikan kita lebih peduli, serta mempererat persatuan dan persaudaraan Islam yang hakiki. Marilah kita berjuang agar kehidupan umat kembali diatur oleh syariah Allah di semua lini kehidupan.

Ramadhan dan Idul Fitri semestinya menjadi starting point untuk mengonsolidasi dan memobilisasi kekuatan dan kesatuan umat Islam untuk bisa menegakan  Islam Kaffah yang akan menaungi umat lahir dan batin.

Wallahua'lam bis shawwab