Memuat...

Irak: Pasukan AS yang mundur dari Suriah tidak punya izin tinggal

Althaf
Selasa, 22 Oktober 2019 / 24 Safar 1441 17:26
Irak: Pasukan AS yang mundur dari Suriah tidak punya izin tinggal
An image from video shot on October 21, 2019 by Kurdish news agency ANHA shows local members of the Kurdish population hurling fruit and vegetables at a U.S. military vehicle as it leaves the northern Syrian city of Qamishli, part of the American withdrawal from northern Syria ordered by President Trump. Most U.S. forces in northern Syria were being relocated across the border to Iraq, a move seen as a betrayal by the Kurds. ANHA

BAGHDAD (Arrahmah.com) - Pasukan AS yang menyeberang ke Irak dari Suriah tidak memiliki izin untuk tinggal dan hanya dapat berada di sana untuk transit, kata militer Irak pada Selasa (22/10/2019).

Pernyataan Irak itu bertentangan dengan pengumuman Pentagon bahwa hampir 1.000 tentara yang ditarik dari Suriah utara diperkirakan akan pindah ke Irak barat untuk melanjutkan kampanye melawan gerilyawan Negara Islam dan "untuk membantu mempertahankan Irak".

Seorang pejabat senior pertahanan AS kemudian mengklarifikasi bahwa situasinya masih lancar dan rencana bisa berubah.

“Semua pasukan AS yang mundur dari Suriah menerima persetujuan untuk memasuki Wilayah Kurdistan sehingga mereka dapat diangkut ke luar Irak. Tidak ada izin yang diberikan bagi pasukan ini untuk tetap berada di Irak," ungkap militer Irak dalam sebuah pernyataan.

Tidak jelas apakah pasukan AS akan menggunakan Irak sebagai pangkalan untuk meluncurkan serangan darat ke Suriah dan melakukan serangan udara terhadap gerilyawan Negara Islam.

Pasukan ini, lansir Reuters, akan menambah lebih dari 5.000 tentara Amerika yang sudah bermarkas di negara itu, melatih pasukan Irak dan membantu memastikan bahwa Negara Islam tidak kembali lagi. (Althaf/arrahmah.com)