Memuat...

Iran dalam Gejolak: Siapa yang Akan Memimpin Setelah Kematian Ali Khamenei?

Samir Musa
Ahad, 1 Maret 2026 / 12 Ramadan 1447 14:53
Iran dalam Gejolak: Siapa yang Akan Memimpin Setelah Kematian Ali Khamenei?
Iran dalam Gejolak: Siapa yang Akan Memimpin Setelah Kematian Ali Khamenei?

TEHRAN (Arrahmah.id) - Iran kini memasuki fase politik baru setelah secara resmi mengumumkan kematian Pemimpin Tertinggi mereka, Ali Khamenei, dalam serangan gabungan Israel-Amerika yang menimpa negara itu pada Sabtu lalu.

Selama periode transisi, kepemimpinan negara akan dipegang sementara oleh Presiden Masoud Bezhikian bersama Ketua Mahkamah Agung dan sejumlah ahli Majelis Penjaga Konstitusi, sesuai pengumuman resmi pada Minggu pagi.

Pembentukan komite transisi ini mengikuti ketentuan konstitusi, dan proses pemilihan pengganti Khamenei diperkirakan akan selesai dalam beberapa hari mendatang, menurut analis politik Hossein Riyoran.

Riyoran menegaskan dalam wawancaranya dengan Al Jazeera bahwa pemilihan pemimpin tertinggi baru kemungkinan akan berjalan mulus, sebagaimana terjadi ketika Presiden sebelumnya, Ebrahim Raisi, meninggal akibat kecelakaan helikopter tahun lalu.

"Iran adalah negara berbasis institusi. Pemilihan pemimpin baru tidak akan terpengaruh, bahkan di tengah kondisi perang saat ini," kata Riyoran, seraya menekankan kesiapan Tehran yang tetap stabil meski kehilangan sejumlah pemimpin senior. Ia mencontohkan serangan balasan yang menarget Israel dan beberapa lokasi di Teluk, yang tetap dilakukan meski kelompok pemimpin penting telah gugur.

Lebih lanjut, Riyoran menegaskan bahwa lembaga militer yang berada di bawah kepemimpinan pemimpin tertinggi tidak akan terguncang, bahkan akan melancarkan serangan yang lebih keras sebagai bentuk balasan.

Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi syiah Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan Israel pada Sabtu pagi, beberapa jam setelah Presiden Amerika Donald Trump juga mengumumkan kematiannya. Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan menutup seluruh kantor pemerintahan selama tujuh hari.

Sementara itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan bahwa "syahidnya" Khamenei akan menjadi pemicu kebangkitan besar melawan tirani dunia, dan Korps Pengawal Revolusi Iran berjanji akan membalas kematian sang pemimpin, yang menurut laporan Fars Agency, tewas di kantornya saat menjalankan tugas pada Sabtu pagi.

(Samirmusa/Arrahmah.id)