Memuat...

'Israel' Klaim Bunuh 40 Pejuang di Rafah dalam Beberapa Hari Terakhir

Zarah Amala
Senin, 1 Desember 2025 / 11 Jumadilakhir 1447 10:46
'Israel' Klaim Bunuh 40 Pejuang di Rafah dalam Beberapa Hari Terakhir
(Al Jazeera)

GAZA (Arrahmah.id) - Militer 'Israel' mengklaim telah membunuh lebih dari 40 pejuang dalam serangan udara dan ledakan yang menyasar jaringan terowongan di wilayah Rafah, selatan Jalur Gaza, dalam beberapa hari terakhir, sementara operasi pencarian jenazah seorang tawanan 'Israel' masih berlangsung di dalam “garis kuning” di utara Gaza.

Militer 'Israel' pada Ahad (30/11/2025) mengumumkan bahwa mereka menewaskan 4 pejuang yang keluar dari terowongan di Rafah, di area tempat pasukan 'Israel' mundur sesuai perjanjian gencatan senjata bulan lalu.

Dalam pernyataannya, militer menyebut pasukannya telah "bekerja selama 40 hari di wilayah timur Rafah, sebagai bagian dari upaya menghancurkan sisa tempat persembunyian bawah tanah."

Sementara itu, Channel 14 Israel mengutip sumber keamanan yang menyatakan bahwa seluruh pejuang dalam terowongan Rafah telah “dilenyapkan.” Mereka juga mengatakan bahwa Gaza kini “mengecil” dan garis kuning telah menjadi perbatasan baru 'Israel'.

Sumber tersebut menegaskan bahwa militer 'Israel' akan terus mempertahankan kendali atas area garis kuning dalam periode mendatang.

Pada Jumat lalu (28/11), militer 'Israel' mengumumkan telah menemukan jenazah 9 pejuang Palestina yang terbunuh selama operasi penghancuran jaringan terowongan di selatan Gaza.

Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) memperkirakan jumlah pejuangnya yang masih terjebak di terowongan berkisar antara 80 hingga 100 orang.

Militer 'Israel' juga mengumumkan penghancuran puluhan basis serta infrastruktur militer lain, di atas dan di bawah tanah, di Rafah.

'Israel' terus melakukan serangan udara dan operasi penargetan, sebagian bahkan terjadi di dalam garis kuning. Hamas memperingatkan bahwa pelanggaran berulang ini dapat memperlambat dimulainya fase kedua perjanjian gencatan senjata.

Pencarian Jenazah Tawanan 'Israel'

Di sisi lain, tim Komite Internasional Palang Merah bersama Brigade Izzuddin al-Qassam, sayap militer Hamas, terus berupaya menemukan lokasi jenazah seorang tawanan 'Israel' di dalam garis kuning di Beit Lahiya, utara Gaza.

Sebelumnya, perlawanan Palestina berhasil mengevakuasi jenazah 7 tawanan 'Israel' dari wilayah yang berada di bawah kontrol militer 'Israel'.

Tim Pertahanan Sipil juga melanjutkan pencarian jenazah warga Palestina di Kamp Maghazi, Gaza Tengah. Mereka mengatakan operasi pencarian masih sangat terbatas akibat minimnya peralatan, terutama alat berat untuk mengangkat puing-puing.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa upaya pencarian jenazah tawanan Israel terus dilakukan meski menghadapi kesulitan besar, menunjukkan komitmen penuh gerakan tersebut terhadap kesepakatan penghentian perang.

Ia menambahkan bahwa 'Israel' masih mengulur waktu untuk masuk ke fase kedua perjanjian. Qassem mendesak para mediator agar menekan 'Israel' membuka kembali perlintasan Rafah dan segera bergerak ke fase berikutnya.

Korban Terus Bertambah

Sementara itu, serangan 'Israel' terus berlanjut. Pesawat tempur 'Israel' mengebom sebuah rumah dekat garis kuning di Joura al-Lut, selatan Khan Yunis.

Beberapa wilayah di timur Gaza juga mengalami serangan udara dan artileri, serta peledakan sejumlah bangunan yang berada di wilayah yang dikontrol militer 'Israel'.

Koresponden Al Jazeera melaporkan terdengar ledakan keras usai serangan udara 'Israel' di wilayah timur Rafah.

Kementerian Kesehatan Gaza pada Ahad (30/11) mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat genosida Israel sejak Oktober 2023 telah mencapai 70.103 syahid dan 170.985 luka-luka. Dalam 24 jam terakhir, rumah sakit menerima 3 syahid dan 2 orang terluka.

Kementerian juga menjelaskan bahwa sejak gencatan senjata pada Oktober 2025, total korban mencapai 356 syahid, 908 luka-luka, dan 607 jenazah yang berhasil dievakuasi dari reruntuhan. (zarahamala/arrahmah.id)