TEL AVIV (Arrahmah.id) – Polisi dan dinas keamanan dalam negeri "Israel", Shabak, mengumumkan bahwa mereka telah menggagalkan upaya pembunuhan terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan menangkap seorang perempuan yang tinggal di wilayah tengah "Israel".
Menurut laporan dari Israeli Broadcasting Authority, perempuan tersebut diduga telah menjalin komunikasi dengan pihak lain untuk merencanakan serangan terhadap Netanyahu. Polisi menyebut bahwa rencana serangan itu akan dilakukan menggunakan bom rakitan.
Pihak Shabak saat ini sedang melakukan penyelidikan terhadap tersangka, dan ia akan didakwa atas tuduhan berkonspirasi untuk melakukan aksi teror.
Sebelumnya, pada bulan September lalu, situs berita "Israel" Walla melaporkan bahwa seorang warga negara "Israel" telah ditangkap karena diduga menjalin hubungan dengan Iran dan berencana untuk membunuh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu serta pejabat-pejabat lainnya.
Media-media "Israel" menyatakan bahwa Iran telah merekrut warga "Israel" tersebut untuk melaksanakan serangan terhadap Netanyahu, mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant, dan mantan kepala dinas Shabak, Ronen Bar.
Dalam pernyataannya, Shabak dan kepolisian "Israel" menyebut bahwa pria yang ditangkap pada bulan Agustus itu merupakan seorang pengusaha yang terbukti melakukan kontak dengan intelijen Iran saat berada di Turki. Ia juga disebut telah memasuki wilayah Iran melalui perbatasan Turki dan bertemu dengan pihak intelijen di sana.
(Samirmusa/arrahmah.id)
