LONDON (Arrahmah.id) - Angkatan Laut Kerajaan Inggris (Royal Navy) dilaporkan telah menempatkan kapal selam nuklir tercanggihnya, HMS Anson, di perairan dalam sebelah utara Laut Arab. Berdasarkan laporan Daily Mail pada Sabtu malam (21/3/2026), kapal selam ini membawa rudal cruise Tomahawk Block V yang mampu menghantam target di darat hingga jarak 1.600 kilometer, memberikan London kemampuan serangan jarak jauh yang mematikan.
Penempatan ini dilakukan secara rahasia setelah HMS Anson meninggalkan pelabuhan Perth, Australia Barat, pada 6 Maret lalu. Posisi pastinya hanya diketahui oleh Perdana Menteri Keir Starmer dan petinggi militer tertinggi, guna memastikan kapal tersebut tetap tersembunyi dalam senyap namun siap beraksi kapan saja jika konflik dengan Iran semakin memanas.
PM Keir Starmer baru saja memberikan lampu hijau bagi Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militer Inggris (seperti di Siprus atau Diego Garcia) guna melancarkan serangan terhadap posisi Iran. Sebelumnya, izin ini hanya terbatas untuk operasi pertahanan, namun kini diperluas untuk serangan langsung demi mengamankan Selat Hormuz.
Jika mendapatkan perintah dari Downing Street, HMS Anson akan naik ke dekat permukaan dan melepaskan rentetan empat rudal Tomahawk sekaligus. Selain rudal, kapal ini juga dipersenjatai dengan torpedo berat "Spearfish".
Inggris bergabung dengan Prancis, Jerman, Italia, Belanda, dan Jepang dalam pernyataan bersama untuk menjamin jalur aman di Selat Hormuz. Mereka mengutuk keras serangan Iran terhadap kapal dagang dan fasilitas energi di kawasan Teluk.
Sejak serangan gabungan AS-Israel dimulai pada 28 Februari lalu yang menewaskan Ali Khamenei, Iran terus membalas dengan hujan rudal dan drone. Inggris kini memposisikan diri untuk mendukung pembelaan diri kolektif guna melindungi urat nadi energi dunia.
Kementerian Pertahanan Inggris menolak memberikan detail operasional, namun menegaskan bahwa mereka terus meninjau kemampuan militer di kawasan tersebut demi menjaga stabilitas regional.
Kehadiran HMS Anson menambah tekanan psikologis dan militer terhadap Teheran. Dengan Selat Hormuz yang masih tertutup sebagian dan ancaman Iran terhadap tanker internasional, kehadiran kapal selam nuklir Inggris ini menjadi sinyal kuat bahwa negara-negara Barat siap menggunakan kekuatan ofensif untuk membuka kembali jalur distribusi 20% minyak dunia tersebut. (zarahamala/arrahmah.id)
