Memuat...

Kekerasan Komunal Guncang Madhya Pradesh, Rumah Dibakar Saat Tarawih dan Puluhan 49 Muslim Ditangkap

Hanoum
Senin, 23 Februari 2026 / 6 Ramadan 1447 10:11
Kekerasan Komunal Guncang Madhya Pradesh, Rumah Dibakar Saat Tarawih dan Puluhan 49 Muslim Ditangkap
foto ilustrasi. [Foto: PTI]

MADHYA PRADESH (Arrahmah.id) -- Rumah-rumah warga Muslim dilaporkan diserang dan dibakar oleh massa Hindu radikal saat umat Islam melaksanakan shalat tarawih di Sirohi, Jabalpur, negara bagian Madhya Pradesh, India. Ironisnya, aparat kepolisian justru menangkap 49 warga Muslim yang tengah beribadah, bukan para pelaku penyerangan, memicu tudingan tindakan diskriminatif dan keberpihakan aparat dalam konflik komunal terbaru di wilayah tersebut.

Dilansir Kashmir Media Service (21/2/2026), insiden tersebut terjadi ketika puluhan warga Muslim berkumpul untuk menunaikan shalat tarawih pada malam hari. Massa yang disebut berasal dari kelompok Hindu radikal mendatangi lokasi, merusak properti, dan membakar rumah-rumah milik warga. Sejumlah laporan menyebutkan keluarga Muslim terpaksa menyelamatkan diri untuk menghindari amukan massa.

Alih-alih menahan para penyerang, polisi setempat melakukan penangkapan terhadap 49 jamaah tarawih dengan tuduhan yang belum dijelaskan secara rinci kepada publik. Langkah tersebut memicu kecaman dari kelompok hak asasi manusia dan organisasi masyarakat sipil yang menilai aparat bertindak tidak netral serta memperburuk ketegangan komunal.

Sejumlah media internasional dalam beberapa tahun terakhir memang menyoroti meningkatnya kekerasan terhadap minoritas Muslim di India, termasuk pembongkaran rumah, kriminalisasi kegiatan keagamaan, serta penangkapan sepihak pasca bentrokan komunal. Laporan lembaga pemantau kebebasan beragama juga mencatat pola serupa, di mana korban kekerasan justru kerap menjadi pihak yang diproses hukum.

Peristiwa di Madhya Pradesh ini menambah daftar panjang konflik bernuansa agama di India yang memicu kekhawatiran komunitas internasional. Negara bagian tersebut sebelumnya juga disorot karena kebijakan dan tindakan aparat yang dinilai keras terhadap komunitas Muslim setelah terjadinya kerusuhan.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi yang menjelaskan alasan penangkapan puluhan jamaah tarawih tersebut, sementara tuntutan investigasi independen terus menguat dari berbagai organisasi hak asasi manusia. (hanoum/arrahmah.id)