Memuat...

Ketua Jamaat-eIslami Pakistan Menyerukan Kembalinya Dialog Afghanistan-Pakistan

Hanin Mazaya
Senin, 2 Maret 2026 / 13 Ramadan 1447 19:00
Ketua Jamaat-eIslami Pakistan Menyerukan Kembalinya Dialog Afghanistan-Pakistan
(Foto: Tolo News)

ISLAMABAD (Arrahmah.id) - Pemimpin Jamaat-e-Islami Pakistan (JIP) telah menekankan bahwa kebijakan negara terhadap Afghanistan tidak terkait dengan rakyat Pakistan dan menyerukan kepada rakyat Afghanistan untuk berupaya memperbaiki hubungan antara kedua negara.

Hafiz Naeem ur Rehman, menekankan perlunya melanjutkan dialog antara Afghanistan dan Pakistan, mendesak negara-negara Islam dan kekuatan global, termasuk Cina dan Rusia, untuk mengambil tindakan guna memulai kembali pembicaraan dan mengurangi ketegangan antara Kabul dan Islamabad, lansir Tolo News (2/3/2026).

Hafiz Naeem ur Rehman mengatakan: “Saya ingin memberi tahu pemerintah Pakistan bahwa apa pun yang seharusnya terjadi telah terjadi. Sekarang, untuk bergerak menuju masa depan dan membangun perdamaian, jalan dialog harus ditempuh. Kekuatan global, Cina dan Rusia, serta negara-negara Islam, harus terlibat dalam proses ini; dengan mediasi mereka, pembicaraan formal dengan Afghanistan harus diadakan.”

Tokoh terkemuka Pakistan itu juga menyerukan kepada Asim Munir dan Shehbaz Sharif untuk tidak merusak hubungan dengan Afghanistan dalam upaya menjalin hubungan yang lebih dekat dengan Amerika Serikat.

Sebelumnya, beberapa partai politik dan politisi Pakistan, termasuk Maulana Fazlur Rehman, pemimpin Jamiat Ulema-e-Islam Pakistan, juga menyerukan penyelesaian damai atas masalah antara Afghanistan dan Pakistan.

Yousuf Amin Zazai, seorang analis militer, mengatakan: “Pemerintah Pakistan pada dasarnya memiliki dua tujuan: pertama, untuk memperburuk hubungan antara Afghanistan dan rakyat Pakistan, dan kedua, untuk mendorong terorisme guna menggoyahkan stabilitas kawasan. Penduduk sipil dan partai-partai politik Pakistan tidak memiliki masalah dengan rakyat Afghanistan.”

Seruan untuk penyelesaian damai atas ketegangan antara Afghanistan dan Pakistan muncul ketika hubungan antara Kabul dan Islamabad telah mencapai puncaknya dalam beberapa hari terakhir, dan masa depan hubungan bilateral tetap tidak pasti. (haninmazaya/arrahmah.id)