Memuat...

Khawatir Serangan Darat, 'Israel' Kerahkan 100 Ribu Tentara Cadangan ke Perbatasan Lebanon

Zarah Amala
Senin, 2 Maret 2026 / 13 Ramadan 1447 10:15
Khawatir Serangan Darat, 'Israel' Kerahkan 100 Ribu Tentara Cadangan ke Perbatasan Lebanon
Antisipasi skenario 7 Oktober versi baru, 'Israel' kerahkan 100 ribu tentara cadangan ke perbatasan Lebanon dan Suriah (Foto: Menahem KahanaAFP via Getty Images)

YERUSALEM (Arrahmah.id) - Militer 'Israel' mengumumkan mobilisasi besar-besaran dengan memanggil sekitar 100.000 tentara cadangan, dan diperkirakan akan menambah jumlah tersebut dalam beberapa hari ke depan. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya kekhawatiran akan kemungkinan skenario serangan darat di perbatasan utara, menurut laporan koresponden Al Jazeera, Elias Karam.

Jumlah pengerahan pasukan kali ini dinilai sangat signifikan, terutama karena dilakukan sejak hari pertama eskalasi. 'Israel' tampaknya sangat waspada terhadap perkembangan mendadak di perbatasan darat, khususnya dengan Lebanon dan wilayah Dataran Tinggi Golan yang diduduki 'Israel' di Suriah.

Militer 'Israel' telah mendirikan ruang operasi militer canggih di sepanjang perbatasan untuk memantau situasi keamanan dan kondisi permukiman di sekitar area perbatasan.

Berbeda dengan awal perang 7 Oktober, institusi militer 'Israel' kali ini memutuskan untuk tidak mengevakuasi penduduk di kota-kota perbatasan. Mereka menganggap evakuasi massal saat itu adalah kesalahan strategis fatal yang tidak ingin diulangi.

'Israel' tidak hanya memantau pergerakan Hizbullah, tetapi juga mewaspadai potensi pergerakan pasukan dari kelompok Ansar Allah (Houtsi) yang mungkin melintasi negara lain seperti Irak dan Suriah untuk melakukan invasi darat ke permukiman di wilayah utara.

Analis tidak menutup kemungkinan bahwa mobilisasi ini adalah bagian dari taktik penipuan militer. 'Israel' memiliki rekam jejak dalam memanggil pasukan cadangan dengan kedok latihan militer sebelum melancarkan operasi yang sebenarnya.

'Israel' menyadari bahwa konflik dapat berubah menjadi perang multi-front. Tel Aviv mungkin mencoba memanfaatkan momentum saat ini untuk melancarkan serangan keras terhadap Hizbullah. Namun, pakar menilai eskalasi besar di front Lebanon kemungkinan besar akan ditunda sampai situasi di front Iran mencapai titik yang lebih jelas.

'Israel' dikabarkan telah memiliki rencana militer matang untuk memberikan serangan kuat dan berpengaruh terhadap Hizbullah. Rencana ini sebenarnya sudah siap sejak awal tahun, namun pelaksanaannya tertunda karena prioritas militer 'Israel' yang saat ini beralih ke dinamika konflik langsung dengan Iran. (zarahamala/arrahmah.id)