WASHINGT(Arrahmah.id) - Sejumlah negara Arab dan Muslim melancarkan protes keras terhadap Duta Besar Amerika Serikat untuk 'Israel', Mike Huckabee, menyusul pernyataannya yang menyebut bahwa tidak masalah jika 'Israel' mengambil alih seluruh wilayah Timur Tengah. Pernyataan tersebut memicu kemarahan diplomatik di tengah ketegangan yang masih menyelimuti kawasan tersebut.
Dalam wawancara di The Tucker Carlson Show pada Jumat (20/2/2026), Huckabee menanggapi pertanyaan mengenai hak 'Israel' atas tanah dari Sungai Nil hingga Sungai Efrat, sebuah visi yang sering dikaitkan dengan proyek 'Israel' Raya (Greater Israel). Ketika Carlson bertanya apakah 'Israel' berhak atas wilayah yang mencakup lima negara tersebut berdasarkan teks Alkitab, Huckabee menjawab, "Akan baik-baik saja jika mereka mengambil semuanya."
Negara-negara seperti Arab Saudi, Yordania, Mesir, Kuwait, dan Oman, bersama dengan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Liga Arab, merilis pernyataan yang mengutuk keras komentar tersebut. Kementerian Luar Negeri Yordania menyebut pernyataan Huckabee sebagai tindakan "tidak bertanggung jawab, eskalatif, dan konyol," serta pelanggaran nyata terhadap norma diplomatik dan hukum internasional.
Arab Saudi menggambarkan pernyataan tersebut sebagai ucapan yang "ceroboh," sementara Palestina menyatakan bahwa komentar itu merupakan seruan eksplisit untuk melanggar kedaulatan negara dan mendukung pengusiran warga Palestina. Para kritikus mencatat bahwa pandangan Huckabee tampaknya bertentangan dengan posisi resmi pemerintahan Donald Trump yang sebelumnya menyatakan penolakan terhadap aneksasi Tepi Barat.
Wawancara tersebut terjadi setelah perselisihan publik antara Carlson dan Huckabee. Carlson, yang baru-baru ini mengunjungi Yordania, mengkritik keras Huckabee karena dianggap mengabaikan nasib umat Kristen Palestina yang diserang oleh pemukim 'Israel'. Carlson menggambarkan perilaku sang Duta Besar sebagai hal yang "memalukan."
Setelah wawancara dilakukan di 'Israel', Carlson mengklaim bahwa ia dan timnya sempat ditahan secara singkat oleh pejabat keamanan 'Israel', yang menyita paspor mereka dan menginterogasi salah satu rekannya. Hingga saat ini, Departemen Luar Negeri AS belum memberikan pernyataan resmi terkait apakah komentar Huckabee mencerminkan perubahan kebijakan atau sekadar pandangan pribadi sang Duta Besar yang dikenal sebagai penganut Zionisme Kristen garis keras. (zarahamala/arrahmah.id)
