JAKARTA (Arrahmah.id) - Dentuman keras yang memecah suasana malam takbiran di kawasan Noyontaan, Pekalongan, Jawa Tengah, masih menyisakan duka dan kecemasan bagi warga setempat.
Hingga kini, tiga korban ledakan petasan dilaporkan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Koordinator Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Siti Khodijah, Nungki Ardila, menjelaskan bahwa total terdapat tujuh korban yang sempat dilarikan ke rumah sakit setelah kejadian tersebut.
“Total ada tujuh orang yang datang ke IGD. Empat orang rawat jalan karena luka ringan, sedangkan tiga lainnya masih dirawat di ruang rawat inap,” ujarnya, Sabtu (21/3/2026).
Menurut Nungki, kondisi tiga korban yang masih dirawat tergolong cukup serius. Mereka mengalami luka bakar dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari 20 persen hingga 50 persen.
Bahkan, salah satu korban harus menjalani tindakan amputasi akibat luka parah pada bagian jari.
“Ada pasien yang harus menjalani tindakan proamputasi karena luka pada jarinya cukup parah akibat ledakan,” ungkapnya.
Meski mengalami luka cukup berat, seluruh korban dalam kondisi sadar saat pertama kali tiba di rumah sakit. Tim medis hingga kini masih terus memantau perkembangan kondisi mereka secara intensif.
Sementara itu, pihak kepolisian masih mendalami penyebab serta kekuatan ledakan yang terjadi. Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Seryanto, mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah untuk melakukan analisis lebih lanjut.
“Kami melakukan koordinasi dengan Labfor Polda Jawa Tengah untuk menentukan daya ledak dari peristiwa tersebut. Saat ini proses olah tempat kejadian perkara masih berlangsung,” ujarnya.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sebanyak 41 selongsong petasan. Sebanyak 35 di antaranya telah berisi bahan peledak, sementara enam lainnya masih kosong. Polisi tidak menemukan sisa bahan peledak di lokasi karena seluruhnya telah dimasukkan ke dalam selongsong.
Berdasarkan keterangan saksi di tempat kejadian, bahan peledak yang digunakan diperkirakan mencapai sekitar 1,5 kilogram dan diduga diperoleh melalui pembelian secara daring. Sementara itu, kekuatan ledakan diperkirakan berada pada kategori sedang.
Saat ini polisi masih menunggu hasil resmi dari tim forensik untuk memastikan tingkat daya ledak serta menelusuri kemungkinan adanya unsur kelalaian atau pelanggaran hukum dalam peristiwa tersebut.
(ameera/arrahmah.id)
