Memuat...

Mengejutkan! Trump Tunda Serangan ke Iran Selama 10 Hari Usai Permintaan Teheran

Samir Musa
Jumat, 27 Maret 2026 / 8 Syawal 1447 07:09
Mengejutkan! Trump Tunda Serangan ke Iran Selama 10 Hari Usai Permintaan Teheran
Trump mengatakan bahwa pembicaraan dengan “Iran” sedang berlangsung dan berjalan dengan sangat baik (AFP).

WASHINGTON (Arrahmah.id) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penangguhan operasi militer yang menargetkan fasilitas dan jaringan energi di Iran selama 10 hari, yang disebutnya sebagai respons atas permintaan langsung dari pemerintah Teheran.

Dalam pernyataannya di platform Truth Social, Trump menyebut bahwa penghentian sementara ini akan berlangsung hingga Senin, 6 April, pukul 20.00 waktu setempat di Pantai Timur Amerika Serikat.

Ia juga mengklaim bahwa jalannya perundingan antara Washington dan Teheran “berlangsung sangat baik”, seraya menepis berbagai laporan media yang ia sebut sebagai “menyesatkan” dan tidak mencerminkan realitas di lapangan, dikutip Al Jazeera, Kamis (27/3).

Di tengah eskalasi konflik yang memanas, langkah ini dinilai sebagai sinyal diplomatik paling positif sejauh ini.

Koresponden Al Jazeera di Washington, Fadi Mansour, menjelaskan bahwa tenggat waktu 10 hari tersebut hampir sejalan dengan batas waktu yang sebelumnya ditetapkan Trump untuk mengakhiri perang, yakni antara 4 hingga 6 pekan.

Ia menilai bahwa keputusan ini menjadi indikator penting adanya pergerakan serius menuju jalur diplomasi antara kedua pihak.

Penundaan ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan Trump. Sebelumnya, pada Senin lalu, ia telah memerintahkan penundaan serangan terhadap infrastruktur energi “Iran” selama lima hari, sambil membuka peluang berlanjutnya pembicaraan sepanjang pekan.

Di sisi lain, Iran telah memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap jaringan listriknya akan dibalas dengan menargetkan fasilitas energi di kawasan.

Sejak 28 Februari lalu, agresi yang dilancarkan oleh “Israel” bersama Amerika Serikat terhadap “Iran” telah menyebabkan ratusan korban jiwa, termasuk pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat keamanan.

Serangan tersebut juga memicu kehancuran luas di berbagai wilayah. Sebagai balasan, Teheran meluncurkan rudal dan drone ke arah wilayah “Israel”.

Tak hanya itu, “Iran” juga menggempur target yang diklaim sebagai pangkalan dan kepentingan Amerika Serikat di sejumlah negara Arab. Namun, sebagian serangan tersebut dilaporkan menimbulkan korban sipil serta kerusakan pada fasilitas publik, yang kemudian menuai kecaman dari negara-negara terdampak.

Mereka menyerukan penghentian segera atas eskalasi militer yang terus meluas di kawasan.

(Samirmusa/arrahmah.id)