Memuat...

Menlu Sugiono Tegaskan Pasukan TNI di Gaza Tidak Jalankan Operasi Militer

Ameera
Sabtu, 21 Februari 2026 / 4 Ramadan 1447 14:25
Menlu Sugiono Tegaskan Pasukan TNI di Gaza Tidak Jalankan Operasi Militer
Menlu Sugiono Tegaskan Pasukan TNI di Gaza Tidak Jalankan Operasi Militer

JAKARTA (Arrahmah.id) - Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa prajurit TNI yang dikerahkan dalam misi perdamaian bersama International Stabilization Force di Gaza tidak akan melakukan operasi militer.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia telah menyampaikan batasan pengerahan pasukan atau national caveat kepada ISF.

Menurut Sugiono, dalam batasan tersebut Indonesia menegaskan bahwa pasukan TNI tidak terlibat dalam operasi militer maupun pelucutan senjata.

“National caveat kita juga sudah kami sampaikan ke ISF bahwa kita tidak melakukan operasi militer. Kemudian kita tidak melakukan pelucutan senjata, kami tidak melakukan apa yang disebut demiliterisasi,” ujar Sugiono saat memberikan keterangan pers di Washington DC, Jumat (20/2/2026) malam waktu setempat.

Ia menjelaskan bahwa ribuan pasukan Indonesia yang dikirim secara bertahap hanya menjalankan tugas kemanusiaan, seperti melindungi masyarakat sipil dan terlibat dalam berbagai kegiatan bantuan kemanusiaan.

Pasukan juga diperbolehkan mempertahankan diri apabila diserang, sesuai aturan keterlibatan (rule of engagement) yang berlaku dalam misi tersebut.

Selain itu, Sugiono mengungkapkan bahwa dalam struktur ISF, Amerika Serikat bertindak sebagai force commander.

Struktur tersebut juga didukung tiga deputy commander, salah satunya berasal dari Indonesia yang bertugas di bidang operasi.

Penunjukan Indonesia sebagai Wakil Komandan ISF bidang operasi dinilai sebagai bentuk penghargaan terhadap rekam jejak prajurit Indonesia dalam berbagai misi perdamaian internasional.

Sugiono menyebut jumlah pasukan Indonesia juga menjadi salah satu yang terbesar dalam misi tersebut.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan kesiapan Indonesia untuk mengirim hingga 8.000 prajurit TNI ke Gaza dalam pertemuan perdana Board of Peace yang digelar di Donald J. Trump Institute of Peace, Washington DC, Kamis (19/2/2026).

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan komitmen Indonesia untuk berkontribusi dalam menjaga stabilitas pascagencatan senjata di Gaza.

Ia menyebut jumlah pasukan yang dikirim bisa saja bertambah jika dibutuhkan dalam misi tersebut.

Di sisi lain, Komandan ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers dari Angkatan Bersenjata Amerika Serikat menyatakan bahwa ke depan diproyeksikan sekitar 20.000 tentara dan 12.000 polisi akan dikerahkan dalam misi internasional tersebut untuk memulihkan situasi pascaperang di Gaza.

Salah satu wilayah yang menjadi fokus awal penugasan ISF adalah Rafah di bagian selatan Gaza yang berbatasan dengan Mesir.

(ameer/arrahmah.id)