Memuat...

Pasca bom di Beirut, AS desak Libanon bentuk pemerintahan baru

Siraaj
Rabu, 24 Oktober 2012 / 9 Zulhijah 1433 20:10
Pasca bom di Beirut, AS desak Libanon bentuk pemerintahan baru
Pasca bom di Beirut, AS desak Libanon bentuk pemerintahan baru

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Mencari celah di tengah-tengah kerusuhan di Libanon, AS lagi-lagi mencoba mencampuri urusan rumah tangga negara lain, Departemen Dalam Negeri AS menuntut Presiden Sulaiman membentuk sebuah pemerintahan baru.

AS mengatakan pada hari Selasa (23/10/2012) bahwa pihaknya mendukung upaya-upaya pembentukan pemerintahan koalisi baru di Libanon, pasca bom mematikan yang terjadi di Beirut baru-baru ini, lapor France24.

"Kami mendukung upaya-upaya Presiden Sulaiman dan para pemimpin yang bertanggung jawab lainnya untuk mendirikan sebuah pemerintahan yang efektif dan untuk mengambil langkah-langkah yang dibutuhkan selanjutnya setelah serangan teroris pada 19 Oktober," kata juru bicara Departemen Dalam Negeri Victoria Nuland.

Sebanyak delapan orang tewas dan tujuh puluh delapan lainnya luka-luka dalam ledakan bom mobil yang menguncang wilayah Asyrafiah, Beirut Timur pada Jum'at (19/10) siang. Salah satu korban yang tewas adalah Brigadir Jendral Wissam Al-Hassan, kepala intelijen pada Pasukan Keamanan Dalam Negeri Lebanon (ISF).

Menurut laporan, pemboman tersebut diduga didalangi oleh orang pro rezim Bashar Assad. Al-Hassan diketahui telah membongkar beberapa kasus pemboman yang didalangi oleh orang-orang rezim Nushairiyah. (siraaj/arrahmah.com)