Memuat...

Pasukan Imarah Islam Hantam Basis Militer Pakistan dalam Serangan Balasan

Hanin Mazaya
Selasa, 3 Maret 2026 / 14 Ramadan 1447 17:08
Pasukan Imarah Islam Hantam Basis Militer Pakistan dalam Serangan Balasan
(Foto: Tolo News)

KABUL (Arrahmah.id) - Menyusul meningkatnya ketegangan antara Kabul dan Islamabad, Kementerian Pertahanan Imarah Islam Afghanistan mengumumkan bahwa mereka telah melakukan serangan terhadap beberapa pangkalan militer utama di sepanjang Garis Durand.

Menurut pejabat dari kementerian, tindakan tersebut diambil sebagai tanggapan terhadap serangan udara tentara Pakistan di Kabul dan beberapa bagian lain di negara itu.

Kementerian mengatakan angkatan udara Afghanistan menargetkan pangkalan militer di Rawalpindi, Quetta di Balochistan, Khyber Pakhtunkhwa, dan fasilitas lainnya, menimbulkan "kerusakan signifikan" pada pusat-pusat tersebut, lansir Tolo News (2/3/2026).

Enayatullah Khwarazmi, juru bicara Kementerian Pertahanan, mengatakan: “Serangan ini menargetkan pangkalan Noor Khan di Rawalpindi, Korps ke-12 di Quetta, Balochistan, kamp Khwizo di Distrik Mohmand di Khyber Pakhtunkhwa, dan beberapa markas dan instalasi militer Pakistan penting lainnya.”

Pasukan pertahanan Afghanistan pada pukul 11:45 pagi waktu Afghanistan, dilaporkan menargetkan dan menghancurkan sebuah tank lapis baja milik milisi Pakistan di seberang pangkalan Angoor Ada di Paktika.

Sementara itu, bentrokan tidak hanya terbatas pada serangan udara. Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa tadi malam pasukan pertahanan Imarah Islam juga melakukan serangan balasan di daerah Angoor Ada terhadap pasukan rezim militer Pakistan.

Menurut kementerian, sebagai hasil dari operasi ini, pasukan Pakistan terpaksa mundur dari beberapa posisi.

Qudratullah Badloon, seorang analis politik, mengatakan: “Rezim militer Pakistan menyerang Afghanistan dengan melanggar hukum internasional dan menargetkan warga sipil; namun, pasukan Imarah Islam menanggapi dengan hanya menargetkan posisi militer.”

Analis politik lainnya, Shahzada Masoud, menekankan bahwa “Pakistan telah berulang kali melanggar wilayah udara Afghanistan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip bertetangga baik dan hukum internasional.”

Hal ini terjadi setelah, sejak dimulainya serangan balasan oleh pasukan Imarah Islam, dilaporkan lebih dari 100 personel militer Pakistan tewas, dan lebih dari 25 pos terdepan mereka telah direbut oleh Imarah Islam. (haninmazaya/arrahmah.id)