Memuat...

Pemukim 'Israel' Terobos Perbatasan Gaza dan Kibarkan Bendera, Serukan Pendudukan Kembali

Zarah Amala
Jumat, 19 Desember 2025 / 29 Jumadilakhir 1447 10:15
Pemukim 'Israel' Terobos Perbatasan Gaza dan Kibarkan Bendera, Serukan Pendudukan Kembali
Para pemukim berkumpul di dekat perbatasan Jalur Gaza sementara yang lain menyerbu Jalur Gaza dan mengibarkan bendera 'Israel' (Associated Press).

GAZA (Arrahmah.id) - Sejumlah pemukim 'Israel' menyerbu wilayah perbatasan Jalur Gaza dengan menggunakan kendaraan pribadi mereka, mengibarkan bendera 'Israel' di sebuah bekas permukiman, serta menyerukan agar wilayah Palestina yang telah hancur itu kembali diduduki.

Harian Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa para pemukim berhasil masuk ratusan meter ke wilayah yang sebelumnya dikenal sebagai permukiman Kfar Darom, lalu mengibarkan bendera 'Israel' di lokasi tersebut sambil menyatakan bahwa bangsa 'Israel' telah kembali dan mengangkat bendera di jantung Gaza.

Sementara itu, surat kabar Haaretz menyebutkan bahwa para pemukim merekam video saat mereka mengatakan bahwa Gaza adalah milik bangsa 'Israel'.

Di pihak lain, militer 'Israel' menyatakan bahwa pasukannya segera menuju lokasi dan berupaya mengeluarkan warga 'Israel' yang telah memasuki wilayah Gaza, serta mengklaim telah mencegah “puluhan” lainnya yang mencoba menyusup melalui titik perbatasan lain.

Dalam sebuah aksi di kota Sderot, yang berbatasan langsung dengan Gaza, Daniella Weiss, tokoh terkemuka dalam gerakan pemukiman, berkata kepada sekitar seratus pendukungnya, “Dengan pertolongan Tuhan, pengibaran bendera ini akan menjadi awal era baru, era di mana kita akan kembali ke Gaza.”

Ia menambahkan, “Gaza tidak akan diperintah oleh orang Indonesia, Turki, Mesir, atau negara mana pun lainnya. Hanya bangsa 'Israel' yang akan memerintah Gaza.”

Pernyataan ini merujuk pada negara-negara yang berpotensi terlibat dalam pasukan stabilisasi internasional yang diperkirakan akan dikerahkan di Gaza berdasarkan perjanjian gencatan senjata.

Pekan lalu, gerakan pemukiman nasionalis-ekstrem Nahala, yang turut didirikan oleh Weiss, mengumumkan melalui sebuah pernyataan niat mereka untuk menggelar aksi pengibaran bendera 'Israel' di Gaza. Aksi tersebut disebut didukung oleh Menteri Keamanan Nasional sayap kanan ekstrem Itamar Ben-Gvir, sepuluh menteri lainnya, serta lebih dari dua puluh anggota Knesset.

Permukiman Kfar Darom di wilayah tengah Jalur Gaza, bersama 20 permukiman 'Israel' lainnya, dikosongkan pada 2005 dalam rangka penarikan sepihak 'Israel' dari Gaza.

Sejak saat itu, sebagian kalangan kanan 'Israel' terus menyerukan pembangunan kembali permukiman 'Israel' di Gaza. Seruan ini semakin menguat seiring dengan perang genosida yang dilancarkan 'Israel' terhadap Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023. (zarahamala/arrahmah.id)