TEPI BARAT (Arrahmah.id) - Eskalasi kekerasan kembali melanda wilayah Tepi Barat pada Rabu subuh (25/2/2026). Pasukan pendudukan 'Israel' melancarkan penggerebekan besar-besaran di kamp pengungsi Balata, Nablus Timur, sementara pemukim ilegal Israel dilaporkan membakar sejumlah rumah warga di wilayah Hebron (Al-Khalil).
Menurut laporan kantor berita Anadolu, unit penyamar 'Israel' memasuki kamp Balata diikuti dengan bala bantuan militer yang signifikan. Saksi mata melaporkan adanya suara ledakan dan baku tembak hebat saat tentara mengepung sebuah rumah dan meledakkan pintu masuk bangunan tersebut. Secara bersamaan, Palestinian Prisoners’ Media Office mengonfirmasi penangkapan 18 warga Palestina, termasuk beberapa remaja, dalam serangkaian razia di berbagai titik di Tepi Barat.
Di wilayah selatan, tepatnya di desa Susiya, Masafer Yatta, puluhan pemukim ilegal 'Israel' melakukan serangan pembakaran pada Selasa malam (24/2). Al-Jazeera melaporkan sedikitnya lima rumah warga dan beberapa kendaraan hangus terbakar.
Para penyerang dilaporkan menembakkan gas air mata ke dalam rumah-rumah yang berpenghuni, menyebabkan sejumlah wanita dan anak-anak mengalami sesak napas berat. Selain pembakaran, kelompok pemukim juga menyasar para penggembala di Hebron Selatan dengan merampas ternak dan melakukan intimidasi di area padang rumput.
Situasi di distrik Nablus juga dilaporkan memanas ketika para pemuda Palestina terlibat bentrokan dengan kelompok pemukim yang mencoba merangsek masuk ke lahan pertanian warga di dekat wilayah Beita. (zarahamala/arrahmah.id)
