RAMALLAH (Arrahmah.id) - Klub Tawanan Palestina (Palestinian Prisoners’ Club) melaporkan bahwa pasukan pendudukan 'Israel' telah menangkap lebih dari 100 warga Palestina di Tepi Barat sejak awal Ramadhan tahun ini. Penangkapan tersebut mencakup wanita, anak-anak, dan mantan tahanan, dengan intensitas yang terus meningkat di hampir seluruh provinsi di Tepi Barat, termasuk Yerusalem.
Menurut lembaga tersebut, proses penangkapan sering kali disertai dengan kekerasan fisik, intimidasi terhadap keluarga, perusakan rumah, serta penyitaan kendaraan dan harta benda. Dalam insiden terbaru pada Ahad subuh (22/2/2026), delapan warga Palestina ditangkap di Qalqilya, termasuk tiga anak laki-laki dari satu keluarga di kota Azzun setelah ayah mereka dilaporkan dipukuli oleh tentara sebelum akhirnya dibebaskan.
Situasi di Tepi Barat semakin mencekam dengan adanya sekitar 1.000 hambatan militer, baik pos pemeriksaan tetap, bergerak, maupun gerbang, yang memutus konektivitas antarwilayah. Di saat yang sama, serangan pemukim 'Israel' dilaporkan meningkat, termasuk penyerbuan ke Masjid Al-Aqsha di bawah perlindungan polisi, penyerangan rumah warga di Nablus, serta pembakaran bangunan pertanian di wilayah Ramallah.
Laporan media 'Israel', Haaretz, juga menyoroti peningkatan penghancuran komunitas Badui Palestina di Area C. Sebelas keluarga Badui di desa Al-Mughayyir dilaporkan terpaksa mengungsi akibat serangan pemukim yang semakin beringas. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 9.300 warga Palestina mendekam di penjara-penjara 'Israel', termasuk 350 anak-anak dan 66 wanita, yang menurut laporan hak asasi manusia menghadapi kondisi penyiksaan, kelaparan, dan pengabaian medis yang sistematis.
Sejak pecahnya perang pada Oktober 2023, eskalasi militer dan pemukim di Tepi Barat telah mengakibatkan lebih dari 1.117 warga Palestina gugur, 11.500 luka-luka, dan sekitar 22.000 orang ditangkap. Kondisi ini mencerminkan perluasan agresi yang tidak hanya terpusat di Jalur Gaza, tetapi juga menyasar keberadaan warga Palestina di wilayah Tepi Barat dan Yerusalem Timur. (zarahamala/arrahmah.id)
