PETAH TIKVA (Arrahmah.id) — Sebuah rudal yang diluncurkan dari Iran dilaporkan menghantam pabrik drone milik “Israel” di kota Petah Tikva, hanya dua hari setelah fasilitas tersebut berpindah kepemilikan dalam sebuah transaksi bisnis besar.
Data yang dihimpun unit sumber terbuka Aljazeera menunjukkan bahwa serangan terjadi pada Jumat di lokasi yang teridentifikasi secara presisi melalui koordinat 32°06’25.2″N 34°53’03.9″E. Kota ini dikenal sebagai salah satu pusat industri utama di “Israel”.
Gambar satelit sebelumnya menunjukkan pabrik drone yang menjadi target di kota Petah Tikva, wilayah tengah “Israel” (Apple Maps).
Rekaman video yang beredar—yang telah lolos sensor militer “Israel”—serta foto-foto dari kantor berita memperlihatkan kehancuran signifikan pada fasilitas tersebut. Sebuah kawah besar tampak hanya beberapa meter dari bangunan utama, sementara pabrik itu menjadi satu-satunya fasilitas yang mengalami kerusakan parah di dalam kompleks industri, mengindikasikan tingkat akurasi serangan yang tinggi.
Penentuan lokasi geografis pabrik drone “Israel” yang menjadi target di kota Petah Tikva, wilayah tengah “Israel” (Al Jazeera).
Baru Dibeli, Langsung Dihantam
Pabrik yang menjadi target diketahui milik perusahaan Erosol Air Solutions, yang bergerak di bidang pengembangan pesawat nirawak untuk kebutuhan keamanan dan militer. Ironisnya, serangan ini terjadi hanya 48 jam setelah mayoritas saham perusahaan tersebut diakuisisi oleh perusahaan keamanan “Valorex”.
Menurut laporan media ekonomi “Israel”, nilai akuisisi mencapai 26 juta shekel (sekitar 8,3 juta dolar AS) untuk 70% saham, disertai komitmen investasi tambahan sebesar 9 juta shekel. Akuisisi ini sebelumnya digadang-gadang sebagai langkah strategis Valorex untuk memperkuat posisinya di sektor pertahanan multi-disiplin.
Erosol sendiri telah beroperasi lebih dari 13 tahun dan menjadi pemasok bagi sejumlah institusi penting, termasuk Kementerian Pertahanan “Israel”, industri kedirgantaraan, serta perusahaan pertahanan besar seperti Elbit dan Rafael. Pendapatan tahunannya diperkirakan berkisar antara 15 hingga 20 juta shekel dengan margin keuntungan operasional mencapai 20%.
Namun, ambisi ekspansi tersebut kini terancam runtuh akibat kerusakan besar yang ditimbulkan oleh serangan rudal tersebut.
Perdagangan Saham Dihentikan
Dalam pemberitahuan resmi ke bursa saham “Israel”, pihak perusahaan mengonfirmasi bahwa pabrik mereka mengalami kerusakan signifikan akibat ledakan hulu ledak rudal yang jatuh di dekat lokasi. Saat ini, proses evaluasi kerusakan masih berlangsung melalui survei awal di lapangan.
Kerusakan besar pada pabrik drone yang melayani militer “Israel” akibat serangan Iran di Petah Tikva, wilayah tengah “Israel” (Getty Images).
Sebagai dampaknya, perusahaan memutuskan untuk menangguhkan perdagangan sahamnya hingga situasi menjadi lebih jelas.
CEO Valorex, Roy Bargil, dalam pernyataannya kepada media “Israel”, mengatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut karena pabrik sedang tidak beroperasi saat serangan terjadi. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk perusahaan asuransi, untuk menangani dampak kerusakan.
Eskalasi Serangan Terus Berlanjut
Serangan ini merupakan bagian dari rangkaian eskalasi yang terus meningkat antara Iran dan “Israel”. Dalam beberapa hari terakhir, Teheran dilaporkan menargetkan sejumlah lokasi strategis, termasuk markas Kementerian Pertahanan “Israel” di Tel Aviv serta Bandara Ben Gurion.
Militer “Israel” sendiri mengakui bahwa ledakan rudal terjadi di Petah Tikva dan menyebabkan dua orang mengalami luka-luka. Sementara itu, media resmi “Israel” juga melaporkan penggunaan bom klaster yang dilepaskan dari rudal, yang mampu menyebar menjadi puluhan submunisi dan menghantam area luas.
Rekaman video menunjukkan sisi lain dari kerusakan di pabrik “Israel” (Getty Images).
Dalam perkembangan terkait, Garda Revolusi Iran mengklaim telah menargetkan sejumlah kota lain seperti Bnei Brak, Tel Aviv, dan Kiryat Shmona menggunakan rudal jenis “Qadr” yang dilengkapi hulu ledak klaster.
Serangan ini terjadi di tengah ketatnya sensor militer “Israel” terhadap informasi kerusakan dan kerugian akibat gempuran rudal yang terus berlanjut dari Iran dan kelompok Hizbullah.
(Samirmusa/arrahmah.id)
