Memuat...

Serangan JNIM dan ISSP Meluas di 3 Negara Afrika Barat

Hanoum
Jumat, 27 Februari 2026 / 10 Ramadan 1447 08:05
Serangan JNIM dan ISSP Meluas di 3 Negara Afrika Barat
Peta serangann JNIM dan ISSP. [Foto: Liam Karr and Christopher Dayton; Armed Conflict Location & Event Data]

AFRIKA BARAT (Arrahmah.id) -- Gelombang serangan kelompok militan berafiliasi dengan Al Qaeda dan  Islamic State (ISIS) meningkat tajam di kawasan perbatasan Nigeria, Niger, dan Benin sepanjang 2025 hingga awal 2026, menandai eskalasi baru krisis keamanan di Afrika Barat. Kedua kelompok yang menjadi momok menakutkan itu adalah  Jama’at Nusrat al-Islam wal Muslimin (JNIM) dan Islamic State Sahel Provience (ISSP).

Dilansir Africa News (26/2/2026), studi terbaru yang dikutip sejumlah media internasional menunjukkan lonjakan kekerasan hingga 262 persen di wilayah tiga negara tersebut, kawasan yang selama ini menjadi titik rawan infiltrasi jaringan jihad lintas batas. Data itu menegaskan bahwa wilayah perbatasan yang sulit dikontrol telah berubah menjadi pusat operasi kelompok JNIM dan ISSP.

Laporan yang sama menyebutkan bahwa serangan mencakup penyergapan terhadap pos militer, penyerangan desa, hingga pembunuhan warga sipil, dengan pola mobilitas tinggi di area hutan dan taman nasional yang minim pengawasan negara.

Temuan ACLED yang dikutip The Washington Post (26/2) memperlihatkan bahwa kekerasan  di Sahel dan Afrika Barat pesisir kini menjadi salah satu konflik paling mematikan di dunia, dengan korban tewas mencapai puluhan ribu dalam beberapa tahun terakhir. Organisasi itu menilai ekspansi kelompok jihad ke negara-negara pesisir seperti Benin menunjukkan pergeseran strategis dari basis lama mereka di Mali dan Burkina Faso.

Africa News melaporkan bahwa meningkatnya aktivitas kelompok bersenjata di zona perbatasan juga dipicu oleh lemahnya koordinasi militer antarnegara, kondisi geografis yang sulit dijangkau, serta ketidakstabilan politik di kawasan Sahel. Serangan yang berulang memaksa ribuan warga mengungsi dan memperburuk krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.

Di Nigeria, pemerintah menghadapi tekanan besar karena kelompok militan Islamic State West Africa Provience (ISWAP) di Afrika Barat terus melakukan serangan terhadap militer dan warga sipil di wilayah utara. Sementara itu, Benin dan Niger yang sebelumnya relatif lebih stabil kini menjadi target ekspansi baru jaringan jihad.

Analis keamanan menilai kolaborasi taktis antara jaringan yang berafiliasi dengan ISIS dan Al Qaeda—meski sering bersaing—membuat situasi semakin kompleks dan menyulitkan operasi kontra-terorisme. Tanpa strategi regional yang terkoordinasi, kawasan perbatasan tiga negara itu berpotensi menjadi episentrum baru konflik berkepanjangan di Afrika Barat. (hanoum/arrahmah.id)