Memuat...

Tepi Barat Mencekam, Pasukan 'Israel' Mendarat dari Udara dan Kepung Tubas

Zarah Amala
Selasa, 2 Desember 2025 / 12 Jumadilakhir 1447 10:45
Tepi Barat Mencekam, Pasukan 'Israel' Mendarat dari Udara dan Kepung Tubas
Pasukan pendudukan 'Israel' menyerbu Tubas, di Tepi Barat utara. (Foto: via media sosial)

TEPI BARAT (Arrahmah.id) - Pasukan pendudukan 'Israel' melakukan pendaratan udara pasukan infanteri di dua lokasi di wilayah gubernur Tubas, Tepi Barat bagian utara yang diduduki, menurut laporan Al Jazeera.

Pada saat yang sama, tentara 'Israel' juga memaksa beberapa keluarga Palestina keluar dari rumah mereka di lingkungan Jabriyat, Jenin, dalam eskalasi terbaru.

Pendaratan tersebut dilaporkan terjadi di kawasan Al-Ahraash dan Dataran Tubas, di antara kota Aqaba dan kota Tubas.

Saksi mata yang dikutip Al Jazeera mengatakan pasukan 'Israel' menutup jalan-jalan utama dengan timbunan tanah dan menggerebek sejumlah rumah serta tempat usaha Palestina, sementara drone dan helikopter terbang rendah di atas wilayah tersebut.

Dalam waktu bersamaan, pasukan 'Israel' melanjutkan operasi mereka di Aqaba, wilayah di utara Tubas, meski sebelumnya mengumumkan penarikan diri setelah empat hari serangan militer yang ditandai dengan penghancuran fasilitas, vandalisme, dan tindakan kekerasan terhadap warga sipil.

Menurut Anadolu, pasukan 'Israel' kembali menyerbu Tubas dan Aqaba pada waktu subuh, hanya 24 jam setelah menyatakan mundur, dengan melanjutkan penggerebekan dan operasi darat.

Unit militer 'Israel' dalam jumlah besar dikerahkan di seluruh gubernur Tubas, memberlakukan jam malam total serta mengerahkan buldoser untuk menutup lebih banyak jalan dan mengisolasi permukiman, menurut saksi mata.

Warga melaporkan bahwa pasukan menggerebek rumah-rumah dan mengubah sebagian di antaranya menjadi pos militer. Pemerintah Gubernur Tubas menyatakan bahwa serangan terbaru ini terjadi setelah berhari-hari penghancuran properti publik dan pribadi, serta penangkapan massal dan jatuhnya korban luka.

Gubernur Tubas Ahmed Al-Asaad mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pasukan 'Israel' memberlakukan penguncian total, memaksa penduduk keluar dari rumah dan mencegah tim medis mencapai para korban. Ia menyatakan pemerintah 'Israel' bertanggung jawab atas serangan tersebut serta kelumpuhan aktivitas warga.

Direktur Pendidikan Tubas mengumumkan penghentian seluruh kegiatan sekolah tatap muka dan menggantinya dengan pembelajaran jarak jauh, menyusul jam malam militer yang diberlakukan sejak pukul 4 pagi.

Serangan kali ini mengikuti operasi besar yang diluncurkan 'Israel' pada Rabu pekan lalu di kota Tubas, desa-desa sekitar, dan kamp pengungsi Al-Far’a yang berlangsung selama empat hari.

Di saat bersamaan, serangan serupa juga terjadi di Qabatiya, selatan Jenin, di mana jam malam diberlakukan dan rumah-rumah kembali diambil alih untuk keperluan militer, menurut saksi mata.

Warga melaporkan penangkapan, penggerebekan rumah, dan pengusiran paksa keluarga di berbagai daerah di Tepi Barat utara. Di Hebron (Al-Khalil), pemukim Yahudi ilegal menahan warga Palestina dan merusak lahan pertanian di desa Al-Burj.

Serangan militer dan aksi pemukim terus meningkat di seluruh Tepi Barat sejak awal agresi 'Israel' di Gaza. Lebih dari 1.085 warga Palestina telah terbunuh, hampir 11.000 terluka, dan lebih dari 21.000 ditahan selama periode ini. (zarahamala/arrahmah.id)