Memuat...

Ade Armando Mundur dari PSI

Ameera
Selasa, 5 Mei 2026 / 18 Zulkaidah 1447 19:52
Ade Armando Mundur dari PSI
Ade Armando Mundur dari PSI

JAKARTA (Arrahmah.id) - Ade Armando mengumumkan pengunduran dirinya sebagai politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Keputusan tersebut disampaikan dalam jumpa pers di kantor DPP PSI, Selasa (5/5).

Dalam keterangannya, Ade menyatakan bahwa langkah mundur itu diambil secara sadar dan terbuka kepada publik.

“Saya mohon izin, yaitu melalui konferensi pers ini saya menyatakan mengundurkan diri dari PSI,” ujarnya.

Ade menegaskan bahwa keputusannya bukan disebabkan oleh konflik internal dengan partai. Ia justru menyebut pengunduran diri tersebut sebagai upaya untuk melindungi PSI dari dampak kasus hukum yang tengah menjerat dirinya terkait dugaan penghasutan dan ujaran kebencian.

Menurut Ade, kasus yang sedang berjalan telah menyeret nama partai dan sejumlah koleganya di internal PSI.

Ia mengaku tidak ingin partai ikut terdampak lebih jauh akibat persoalan pribadi yang dihadapinya.

“Ada kelompok-kelompok atau pihak-pihak yang menurut saya sengaja mengorkestrasi ini untuk juga menyerang atau menghancurkan PSI. Dan saya tidak terima itu,” kata Ade.

Ia menilai, jika dirinya tetap berada di dalam partai, maka potensi tekanan terhadap PSI akan semakin besar, termasuk kemungkinan dipersulit dalam menjalankan aktivitas politik ke depan, terutama menjelang kontestasi menuju Pemilu 2029.

“Seperti orang-orang akan mempersulit kerja PSI berikutnya untuk memperjuangkan partai di berbagai tempat,” tambahnya.

Kasus hukum yang dimaksud berkaitan dengan laporan yang diajukan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penghasutan dan provokasi. Laporan tersebut juga turut menyeret nama Permadi Arya.

Keduanya dilaporkan oleh Aliansi Profesi Advokat Maluku (APAM) terkait konten yang dinilai berkaitan dengan potongan ceramah Jusuf Kalla di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM).

Perwakilan APAM, Paman Nurlette, menyatakan laporan tersebut dibuat atas dugaan tindak pidana penghasutan dan provokasi yang disebarkan melalui media sosial.

Ade menegaskan bahwa pengunduran dirinya merupakan langkah paling rasional untuk menyelamatkan partai dari dampak politik yang lebih luas.

Ia berharap PSI tetap dapat berjalan dan memperjuangkan agenda politiknya tanpa terbebani oleh kasus yang menimpanya.

Dengan keputusan tersebut, Ade resmi tidak lagi menjadi bagian dari PSI, sekaligus menandai langkah baru dalam menghadapi proses hukum yang sedang berlangsung.

(ameera/arrahmah.id)