Memuat...

Analisis Cordall: Perang Iran-'Israel' Berpotensi Jadi Konflik Atrisi yang Menguras Stok Senjata

Zarah Amala
Kamis, 5 Maret 2026 / 16 Ramadan 1447 11:46
Analisis Cordall: Perang Iran-'Israel' Berpotensi Jadi Konflik Atrisi yang Menguras Stok Senjata
Petugas medis mengevakuasi orang-orang yang terluka dari lokasi serangan rudal Iran yang mematikan di Beit Shemesh, 'Israel' (Associated Press)

WASHINGTON (Arrahmah.id) - Penulis dan pengamat politik Simon Speakman Cordall, dalam laporannya di Al Jazeera English, memprediksi bahwa konfrontasi militer antara 'Israel' dan Iran akan berlangsung dalam durasi yang lama. Meskipun Amerika Serikat menegaskan dukungannya, Cordall menilai perhitungan 'Israel' jauh lebih rumit karena harus menyeimbangkan aspek militer, ekonomi, dan sosial yang kian tertekan.

Menurut Cordall, kemampuan 'Israel' untuk bertahan dalam perang ini sangat bergantung pada dua faktor kunci: Pertama, kapasitas militer dan cadangan defisit pertahanan. Menghadapi lawan seukuran Iran berarti 'Israel' harus siap menghadapi hujan rudal balistik dan drone secara terus-menerus.

Meskipun memiliki sistem pertahanan udara yang canggih, perang yang berkepanjangan akan menghabiskan cadangan rudal pencegat. 'Israel' mungkin terpaksa melakukan penjatahan penggunaan pertahanan udara hanya untuk melindungi objek vital, yang meningkatkan risiko bagi warga sipil.

Pemanggilan puluhan ribu tentara cadangan menciptakan beban operasional yang besar. Kehadiran mereka di medan perang dalam waktu lama melumpuhkan sektor produksi dan layanan publik di dalam negeri.

Kedua, tekanan ekonomi dan beban anggaran. 'Israel' memasuki konflik ini setelah lebih dari dua tahun pengeluaran militer besar-besaran di berbagai front. Biaya logistik dan amunisi yang melonjak memperlebar defisit anggaran dan meningkatkan utang negara. Penutupan sekolah, penghentian aktivitas bisnis, dan status darurat nasional berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi serta menurunkan minat investasi akibat ketidakpastian keamanan.

Cordall mencatat bahwa saat ini dukungan rakyat 'Israel' terhadap perang masih tinggi karena Iran dianggap sebagai ancaman eksistensial. Namun, dukungan ini diprediksi akan terkikis jika jumlah korban jiwa dan materi semakin tidak terkendali. Konfrontasi berubah menjadi perang atrisi (penghancuran perlahan) tanpa cakrawala politik yang jelas untuk mengakhiri konflik. (zarahamala/arrahmah.id)