BEIRUT (Arrahmah.id) -- Seorang tentara 'Israel' bernama Aviad Elchanan Volansky yang juga dilaporkan merupakan anak dari seorang jenderal tewas dalam pertempuran melawan milisi Syiah Hizbullah di Lebanon selatan, di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat antara kedua pihak dalam beberapa pekan terakhir.
Militer 'Israel' mengonfirmasi adanya korban jiwa di pihaknya dalam operasi darat di Lebanon selatan. Seorang prajurit dari Brigade Golani tewas dalam baku tembak dengan pejuang Hizbullah saat menjalankan operasi di wilayah tersebut.
Laporan The Jerusalem Post (26/3/2026) menyebutkan, kematian tersebut terjadi setelah pasukan 'Israel' mendeteksi keberadaan milisi Hizbullah di area operasi, yang kemudian berujung pada kontak senjata langsung. Selain korban tewas, sejumlah tentara lain juga dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.
Sementara itu, laporan lain menyebutkan bahwa serangan Hizbullah, termasuk penggunaan rudal anti-tank, juga menyebabkan korban di pihak 'Israel' dalam beberapa hari terakhir. Insiden ini menjadi bagian dari rangkaian bentrokan intens di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon.
Reuters melaporkan bahwa sedikitnya dua tentara 'Israel' tewas dalam operasi tempur di Lebanon selatan, menandai meningkatnya korban di pihak militer 'Israel' sejak konflik terbaru pecah awal Maret 2026.
Secara keseluruhan, pertempuran antara 'Israel' dan Hizbullah telah menewaskan sejumlah personel militer di kedua belah pihak. Bahkan, dalam perkembangan terbaru, konflik ini telah menyebabkan ratusan korban jiwa di Lebanon serta memicu gelombang pengungsian besar-besaran.
Kematian tentara yang disebut sebagai anak jenderal tersebut semakin menyoroti dampak konflik yang kini tidak hanya melibatkan prajurit biasa, tetapi juga keluarga elite militer 'Israel', di tengah perang yang kian meluas di kawasan Timur Tengah. (hanoum/arrahmah.id)
