Memuat...

Dokumentasi Aqmar Al-Thufan: Mengenang Radwan Qalaja dan Operasi Senyap di Gaza

Zarah Amala
Kamis, 23 April 2026 / 6 Zulkaidah 1447 10:47
Dokumentasi Aqmar Al-Thufan: Mengenang Radwan Qalaja dan Operasi Senyap di Gaza
Radwan Talaat Qalaja, seorang pejuang dari Batalyon "Sabra dan Tal al-Islam", yang gugur dalam pertempuran pada Oktober 2025 lalu (media sosial)

GAZA (Arrahmah.id) - Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, kembali merilis rekaman pertempuran dalam seri dokumenter Aqmar Al-Thufan (Bulan-Bulan Banjir). Kali ini, fokus dokumentasi tertuju pada kisah kepahlawanan Radwan Talaat Qalaja, seorang pejuang dari Batalyon Sabra dan Tal al-Islam, yang gugur dalam pertempuran pada Oktober 2025 lalu.

Video tersebut menyajikan bukti taktis keberhasilan pejuang Al-Qassam dalam menembus garis pertahanan 'Israel'. Dalam salah satu operasi yang diklasifikasikan sebagai operasi khusus di poros militer Netzarim, wilayah yang saat itu memisahkan Gaza utara dan selatan, Qalaja dan timnya berhasil melakukan infiltrasi di belakang garis suplai militer 'Israel'.

Rekaman menunjukkan kemampuan tim untuk melakukan pengintaian presisi, penanaman alat peledak (IED), dan serangan langsung terhadap kendaraan militer.

Tim berhasil menghancurkan kendaraan militer 'Israel' dan menargetkan tank Merkava dengan proyektil Yassin-105. Laporan di lapangan mengonfirmasi bahwa operasi tersebut mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka di pihak pasukan pendudukan, sebelum akhirnya para pejuang berhasil mundur dengan selamat.

Salah satu bagian paling mencolok dari rilis ini adalah keterkaitannya dengan materi eksklusif yang sebelumnya disiarkan oleh Al-Jazeera pada Agustus 2024. Dalam rekaman tersebut, seorang pejuang muda memperkenalkan diri sebagai bagian dari "rekrutan tahun 2024 yang akan meneror 'Israel'".

Pesan ini menjadi simbol ketahanan militer Hamas, di mana regenerasi pasukan tetap berjalan meski di tengah tekanan perang yang intensif. Dalam pesannya, Qalaja secara retoris menantang pimpinan militer 'Israel': "Kami akan mengulangi operasi ini. Ini adalah pesan untuk Netanyahu, dan apa yang akan datang jauh lebih besar."

Seri dokumenter ini bukan sekadar arsip sejarah, melainkan instrumen komunikasi strategis. Video tersebut berisi kritik tajam terhadap narasi pasif di media sosial, di mana Qalaja menekankan perbedaan antara mereka yang "hanya berfoto dengan makanan" dan mereka yang "berfoto di tengah pertempuran."

Sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, Al-Qassam secara konsisten merilis rekaman-rekaman semacam ini untuk mempertegas narasi bahwa kemampuan tempur mereka tetap terjaga meski telah menghadapi dua tahun perang brutal yang menghancurkan 90% infrastruktur di Gaza.

Radwan Talaat Qalaja gugur bersama saudaranya, Ramadan, pada Oktober 2025 lalu. Rilis ini menjadi pengingat akan profil pejuang yang terlibat dalam pertempuran jarak dekat yang sangat berisiko tinggi. Di tengah kebuntuan politik dan ancaman operasi militer baru oleh 'Israel', publikasi visual ini berfungsi sebagai pengingat bagi pihak lawan mengenai tantangan keamanan yang akan mereka hadapi di lapangan. (zarahamala/arrahmah.id)