Memuat...

Empat Prajurit TNI Diduga Terlibat Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Ameera
Rabu, 18 Maret 2026 / 29 Ramadan 1447 19:12
Empat Prajurit TNI Diduga Terlibat Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Empat Prajurit TNI Diduga Terlibat Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

JAKARTA (Arrahmah.id) - Sebanyak empat prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) diduga terlibat dalam aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI, Yusri Nuryanto, mengatakan bahwa keempat prajurit tersebut telah diamankan dan kini sedang menjalani pemeriksaan oleh pihak militer.

“Tadi pagi saya menerima laporan bahwa empat orang yang diduga tersangka melakukan kegiatan penganiayaan terhadap saudara Andri Yunus,” ujar Yusri dalam konferensi pers di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (18/3/2026).

Menurut Yusri, para prajurit tersebut saat ini telah ditahan di Pomdam Jaya untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Namun, pihak TNI belum mengungkapkan secara rinci peran masing-masing prajurit maupun motif di balik aksi penyiraman air keras tersebut.

“Jadi kita masih mendalami motifnya,” tegasnya.

Sebelumnya, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal pada Kamis (12/3/2026) malam di kawasan Senen, Jakarta Pusat.

Insiden tersebut terjadi setelah Andrie selesai merekam siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Menteng, Jakarta.

Akibat serangan itu, Andrie mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh, termasuk mata, wajah, dada, dan tangan.

Berdasarkan diagnosis awal tim dokter di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen dari total permukaan tubuhnya.

Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, mengatakan bahwa kondisi Andrie sempat memerlukan penanganan intensif setelah insiden tersebut. Saat ini korban masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Kasus ini tengah didalami oleh aparat militer untuk mengungkap secara jelas kronologi kejadian, peran para pelaku, serta motif di balik serangan terhadap aktivis hak asasi manusia tersebut.

(ameera/arrahmah.id)