Memuat...

Kelompok HAM: Warga Sipil Afghanistan Menjadi Sasaran Langsung dalam Serangan Pakistan

Hanin Mazaya
Senin, 30 Maret 2026 / 11 Syawal 1447 14:54
Kelompok HAM: Warga Sipil Afghanistan Menjadi Sasaran Langsung dalam Serangan Pakistan
(Foto: Tolo News)

KABUL (Arrahmah.id) - Yayasan Hak Asasi Manusia Internasional, dalam sebuah pernyataan, melaporkan pelanggaran hukum humaniter internasional dan terjadinya kejahatan perang menyusul serangan oleh rezim militer Pakistan di beberapa provinsi Afghanistan.

Menurut yayasan tersebut, pasukan Pakistan telah menggunakan senjata berat dan tembakan mortir tanpa pandang bulu untuk menargetkan daerah-daerah yang dihuni warga sipil di sepanjang Garis Durand, termasuk provinsi Paktika, Khost, dan Kunar.

Pernyataan tersebut mencatat bahwa serangan-serangan ini telah “secara langsung menargetkan warga sipil dan rumah mereka,” mengakibatkan setidaknya 17 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, terluka hingga saat ini, lansir Tolo News (30/3/2026).

Organisasi tersebut lebih lanjut menambahkan bahwa penggunaan senjata berat telah memaksa sejumlah besar keluarga untuk meninggalkan rumah mereka, menimbulkan kekhawatiran tentang potensi krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.

Berdasarkan hukum humaniter internasional dan hak asasi manusia, pihak-pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata wajib membedakan secara jelas antara target militer dan sipil. Serangan tanpa pandang bulu dan membabi buta terhadap daerah pemukiman yang membahayakan nyawa warga sipil merupakan “contoh nyata kejahatan perang.”

Organisasi tersebut menyerukan kepada pasukan militer Pakistan untuk segera menghentikan serangan terhadap wilayah sipil dan menghormati hukum internasional.

Yayasan Hak Asasi Manusia Internasional juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa dan organisasi hak asasi manusia internasional untuk menyelidiki pelanggaran ini dan mengambil tindakan yang tepat terhadap mereka yang bertanggung jawab.

Pernyataan tersebut selanjutnya berbunyi: “Selama masa konflik, nyawa orang-orang yang tidak bersalah, terutama perempuan dan anak-anak, harus dilindungi. Menjaga martabat manusia dan mematuhi prinsip-prinsip hak asasi manusia sangat penting dalam semua keadaan.”

Hal ini terjadi setelah serangan kemarin sore oleh rezim militer Pakistan di Asadabad, pusat provinsi Kunar, di mana setidaknya 17 orang terluka dan satu orang meninggal telah dipindahkan ke Rumah Sakit Provinsi Asadabad.

Sebelumnya, setelah serangan udara oleh rezim militer Pakistan terhadap pusat pengobatan narkoba di Kabul, lebih dari 400 orang gugur dan lebih dari 250 lainnya terluka.

Serangan-serangan oleh rezim militer Pakistan ini telah memicu reaksi luas baik di dalam negeri maupun internasional. (haninmazaya/arrahmah.id)