Memuat...

Kena Prank, 'Israel' Serang Lukisan Helikopter Iran 2D di Aspal

Hanoum
Jumat, 6 Maret 2026 / 17 Ramadan 1447 06:13
Kena Prank, 'Israel' Serang Lukisan Helikopter Iran 2D di Aspal
Tangkapan layar video serangan Israel ke helikopter Ira. [Foto: X]

TEHERAN (Arrahmah,id) -- Militer 'Israel' dilaporkan menjadi sasaran “prank” tak terduga dalam konflik dengan Iran setelah sebuah serangan udara yang diklaim menghancurkan helikopter militer Iran tyang ernyata hanya menghantam gambar pesawat dua dimensi yang dilukis di atas permukaan aspal. Insiden ini memicu perbincangan luas karena diduga merupakan taktik tipuan Iran untuk mengecoh pengintaian udara dan menghabiskan amunisi lawan.

Dilansir Moneycontrol (4/3/2026), Pasukan Pertahanan Israel (IDF) sebelumnya merilis rekaman yang memperlihatkan serangan udara terhadap target yang disebut sebagai helikopter Mi-17 milik Iran. Dalam narasi video tersebut, IDF menyatakan serangan itu bagian dari operasi menghancurkan kemampuan udara Iran.

Namun sejumlah analis pertahanan kemudian mempertanyakan keaslian objek yang diserang. Analis keamanan independen Patricia Marins menyatakan bahwa objek yang terlihat dalam rekaman tersebut kemungkinan bukan helikopter sungguhan, melainkan lukisan anamorfik berukuran besar di atas aspal yang dibuat untuk menipu pengamatan udara.

Menurut Marins, teknik seni darat seperti itu dapat membuat gambar tampak realistis dari sudut pandang drone, satelit, atau pesawat pengintai. Jika benar digunakan oleh Iran, taktik tersebut bertujuan mengalihkan serangan musuh dari target sebenarnya serta memaksa lawan membuang persenjataan presisi ke sasaran palsu.

Penggunaan target palsu dalam peperangan bukan hal baru. Dalam beberapa konflik modern, berbagai negara diketahui menggunakan model tiruan atau objek kamuflase untuk menipu sensor militer, mulai dari tank palsu hingga pesawat tiruan guna melindungi aset strategis yang sebenarnya.

Insiden ini terjadi di tengah eskalasi konflik Iran dengan Israel dan sekutunya yang dalam beberapa waktu terakhir diwarnai serangan rudal, drone, dan operasi militer lintas wilayah. Selain pertempuran fisik, perang informasi dan taktik psikologis juga semakin sering digunakan kedua pihak untuk memengaruhi persepsi publik dan operasi militer lawan. (hanoum/arrahmah.id)