GAZA (Arrahmah.id) - Laporan media ‘Israel’ menyebutkan, tentara ‘Israel’ tampaknya gagal dalam upaya yang dilakukan pada Jumat (24/5/2024), untuk membunuh Muhammad Shabana, komandan Brigade Rafah dari Brigade Al-Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam (Hamas).
Channel 14 Israel melaporkan bahwa perkiraan di ‘Israel’ menunjukkan bahwa upaya tersebut tidak berhasil.
Surat kabar Israel Today mengatakan bahwa tentara pada Jumat (24/5/2024) melancarkan serangan intensif terhadap kamp Shaboura di kota Rafah, selatan Jalur Gaza, untuk membunuh Shabana, namun nasibnya tidak jelas, menurut surat kabar tersebut.
Menurut media Palestina, ketiga putra Shabana menjadi syuhada selama perang, yang terakhir adalah putra sulungnya Anas, yang menjadi syuhada saat ikut serta dalam penyergapan melawan pasukan pendudukan di Rafah pada 18 Mei.
Pada Jumat (24/5), tentara pendudukan ‘Israel’ melakukan pengeboman udara dan artileri di Rafah, yang digambarkan sebagai hal yang belum pernah terjadi sebelumnya.
‘Israel’ kehilangan banyak tentara dan peralatan sejak dimulainya serangan terhadap Rafah pada 6 Mei, dan pasukannya memasuki kamp Jabalia di Jalur Gaza utara, di mana perlawanan Palestina menghadapi mereka dengan gagah berani dan melakukan serangkaian operasi yang membawa dampak buruk layaknya kenangan pekan pertama perang. (zarahamala/arrahmah.id)
