Memuat...

Pemuda 22 Tahun Gugur di Deir al-Balah, Tenda Pengungsi Al-Mawasi Jadi Sasaran

Zarah Amala
Kamis, 26 Maret 2026 / 7 Syawal 1447 11:00
Pemuda 22 Tahun Gugur di Deir al-Balah, Tenda Pengungsi Al-Mawasi Jadi Sasaran
Kepulan asap tebal membubung dari kamp Sitt Amira di selatan Deir al-Balah di Jalur Gaza tengah menyusul serangan 'Israel' terhadap kamp tersebut (AFP)

GAZA (Arrahmah.id) - Serangan udara dan laut militer 'Israel' kembali memakan korban jiwa di wilayah tengah dan selatan Jalur Gaza pada Rabu (25/3/2026). Otoritas pertahanan sipil dan rumah sakit setempat mengonfirmasi gugurnya seorang pemuda serta melukai belasan warga lainnya, termasuk anak-anak, dalam serangkaian serangan yang menyasar area pertanian dan kamp pengungsian.

Di wilayah Deir al-Balah, jet tempur 'Israel' meluncurkan serangan udara ke arah lahan pertanian di kamp Al-Sitt Amira. Serangan ini mengakibatkan gugurnya Abdurrahman Qanbour (22) dan melukai tujuh orang lainnya. Saksi mata, Suhaila Khalil (57), menceritakan suasana mencekam saat ledakan peringatan disusul ledakan besar yang melontarkan puing serta asap tebal ke arah tenda-tenda pengungsi yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari lokasi kejadian.

Selain serangan udara, kapal perang 'Israel' dilaporkan melepaskan tembakan ke arah tenda-tenda pengungsi di pesisir Al-Mawasi, sebelah barat Khan Yunis. Wilayah ini sebenarnya sering disebut sebagai zona aman, namun serangan tersebut melukai empat orang, termasuk tiga anak-anak yang salah satunya kini dalam kondisi kritis.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menyebut eskalasi ini sebagai upaya sistematis 'Israel' untuk menyabotase upaya gencatan senjata dan kerja sama dengan Board of Peace yang sedang diupayakan komunitas internasional.

Hingga data terakhir yang dirilis Kementerian Kesehatan Gaza, total korban jiwa sejak Oktober 2023 telah mencapai 72.265 orang dan lebih dari 171.959 lainnya luka-luka. Angka ini diakui validitasnya oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kesaksian para pengungsi dari utara yang kini menetap di tengah Gaza menunjukkan bahwa tidak ada tempat yang benar-benar aman. Ledakan demi ledakan terus menghantui kehidupan sehari-hari mereka di dalam tenda-tenda darurat.

Serangan di Deir al-Balah dan Al-Mawasi ini menunjukkan bahwa meskipun perhatian dunia sedang terbagi ke konflik besar antara AS-'Israel' melawan Iran, tekanan militer di dalam Jalur Gaza tidak mereda. Hal ini memperburuk kondisi psikis jutaan pengungsi yang terjebak ditengah blokade total dan ancaman kelaparan yang kian nyata. (zarahamala/arrahmah.id)