MADRID (Arrahmah.id) -- Pemerintah Spanyol secara resmi menarik duta besarnya dari 'Israel' sebagai protes terhadap serangan militer yang dipimpin Amerika Serikat dan 'Israel' ke Iran serta perang yang masih berlangsung di Gaza, memperdalam rift diplomatik antara Madrid dan Tel Aviv di tengah meningkatnya ketegangan regional.
Dilansir Reuters (11/3/2026), keputusan tersebut diumumkan dalam jurnal resmi negara setelah Dewan Menteri Spanyol menyetujui pengakhiran penugasan Ana María Sálomon Pérez sebagai duta besar untuk 'Israel'. Kedutaan Spanyol di Tel Aviv kini dipimpin oleh seorang chargé d’affaires hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Langkah keras Madrid muncul setelah beberapa bulan hubungan diplomatik memburuk antara kedua negara. Spanyol sebelumnya telah mengkritik serangan 'Israel' di Gaza dan secara terbuka menentang operasi militer terhadap Iran, dengan Perdana Menteri Pedro Sánchez menyebut serangan ke Iran sebagai “tidak dapat dibenarkan”.
Hubungan Spanyol dan 'Israel' sudah tegang sejak tahun lalu, termasuk setelah Madrid memberlakukan embargo senjata terhadap 'Israel' dan memblokir pesawat atau kapal bersenjata yang menuju Tel Aviv melalui pelabuhan atau wilayah udara Spanyol. 'Israel' juga pernah menanggapi dengan menarik duta besarnya dari Madrid pada 2024 setelah Spanyol mengakui negara Palestina secara resmi.
Pengamat diplomatik mengatakan tindakan Spanyol merupakan salah satu sikap paling tegas di Eropa terhadap konflik Timur Tengah saat ini, mencerminkan tekanan politik domestik di Madrid untuk mendukung solusi damai dan menolak eskalasi militer.
Beberapa negara lain di Uni Eropa juga mengkritik eskalasi militer di kawasan, meskipun tidak sampai mengambil langkah serupa. Langkah Spanyol ini diperkirakan akan berdampak pada pembicaraan politik selanjutnya mengenai peran Uni Eropa dalam merespons konflik Iran–Israel dan situasi kemanusiaan di Gaza. (hanoum/arrahmah.id)
