ARAD (Arrahmah.id) -- Serangan rudal balistik Iran menghantam kota Arad di 'Israel' selatan dan menyebabkan kerusakan besar, dengan puluhan korban jiwa dilaporkan serta ratusan lainnya terluka. Serangan ini menjadi salah satu yang paling menghancurkan sejak eskalasi konflik Iran–Israel dalam beberapa pekan terakhir.
Dilansir Reuters (22/3/2026), rudal yang diluncurkan Iran dilaporkan menghantam kawasan permukiman di Arad, termasuk bangunan apartemen bertingkat yang porak-poranda akibat ledakan. Sejumlah laporan menyebut puluhan orang menjadi korban, sementara lebih dari 100 warga mengalami luka-luka, termasuk anak-anak, dengan beberapa dalam kondisi kritis.
Serangan tersebut juga berdampak pada wilayah lain di selatan 'Israel', seperti Dimona, yang berada dekat fasilitas nuklir strategis. Di lokasi ini, puluhan korban luka tambahan dilaporkan, memperparah total jumlah korban akibat rangkaian serangan rudal Iran.
Militer 'Israel' mengakui bahwa sejumlah rudal Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara dan menghantam langsung area sipil. Kegagalan intersepsi ini kini sedang diselidiki, mengingat sistem pertahanan 'Israel' sebelumnya mampu mencegat sebagian besar serangan serupa.
Iran menyatakan serangan tersebut sebagai bentuk balasan atas serangan sebelumnya yang menargetkan fasilitas nuklirnya, termasuk di Natanz. Namun, pihak 'Israel' menegaskan bahwa dampak terbesar justru dirasakan oleh warga sipil, bukan target militer seperti yang diklaim Teheran.
Sejak konflik meningkat pada akhir Februari 2026, Iran telah meluncurkan ratusan rudal dan drone ke berbagai wilayah 'Israel'. Serangan-serangan ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan kerusakan luas pada infrastruktur sipil serta meningkatkan risiko eskalasi konflik regional yang lebih besar.
Perkembangan ini memperlihatkan intensitas konflik yang semakin meningkat, dengan wilayah sipil kini menjadi salah satu titik terdampak paling signifikan dalam konfrontasi terbuka antara kedua negara. (hanoum/arrahmah.id)
