Memuat...

Viral Siomay Program Makan Bergizi Gratis di Nganjuk Keras Seperti Batu, SPPG Mojorembun Minta Maaf

Ameera
Ahad, 15 Maret 2026 / 26 Ramadan 1447 12:04
Viral Siomay Program Makan Bergizi Gratis di Nganjuk Keras Seperti Batu, SPPG Mojorembun Minta Maaf
Viral Siomay Program Makan Bergizi Gratis di Nganjuk Keras Seperti Batu, SPPG Mojorembun Minta Maaf

NGANJUK (Arrahmah.id) - Sebuah video yang memperlihatkan menu siomay dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nganjuk yang disebut keras seperti batu viral di media sosial.

Video tersebut memicu berbagai reaksi warganet hingga akhirnya pihak penyedia makanan menyampaikan permintaan maaf.

Dalam video yang beredar, terlihat sebuah tangan memukul benda yang diduga siomay berulang kali hingga akhirnya pecah.

Suara tawa beberapa perempuan terdengar di latar video, sementara salah satu dari mereka melontarkan komentar dengan nada bercanda.

“Gak ngatasi. Perjuangan arepe mangan MBG iki. Iki digawe soko opo iki,” ujar salah satu perempuan dalam video tersebut, yang berarti, “Tidak kuat. Perjuangan mau makan MBG ini. Ini dibuat dari apa ya.”

Dalam unggahan yang beredar di media sosial, menu siomay yang disebut keras itu disebut berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Mojorembun di wilayah Mojorembun, Kecamatan Rejoso.

Video tersebut langsung menuai berbagai tanggapan dari warganet. Sebagian menanggapinya dengan candaan, sementara lainnya memberikan kritik serius dan bahkan menandai akun Badan Gizi Nasional (BGN) agar kasus tersebut mendapat perhatian.

Menanggapi viralnya video tersebut, Satgas MBG Kabupaten Nganjuk mengonfirmasi bahwa laporan terkait menu siomay yang keras memang benar terjadi.

Koordinator Satgas MBG Nganjuk, Judy Ernanto, mengatakan kejadian tersebut terjadi sekitar dua hari sebelum video viral.

“Ya itu sudah dua hari yang lalu ya. Memang benar itu, menu siomay keras di SPPG Mojorembun,” ujar Judy saat dikonfirmasi pada Minggu (15/3/2026).

Menurutnya, pihak satgas segera memberikan peringatan kepada pengelola dapur SPPG agar lebih memperhatikan kualitas makanan yang disajikan kepada penerima manfaat program MBG.

Ia menegaskan bahwa kelayakan makanan harus menjadi prioritas agar tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat, terutama karena program tersebut menyasar pelajar sebagai penerima manfaat utama.

“Kita terus mengingatkan agar jangan menyediakan menu yang tidak semestinya. Kelayakan makanan harus diutamakan agar tidak membuat kegaduhan di lapangan,” katanya.

Selain itu, Judy menambahkan bahwa kualitas makanan yang disediakan juga harus dijaga agar tidak merugikan para penerima program, khususnya siswa yang bergantung pada program makan bergizi tersebut.

Setelah video tersebut viral, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Mojorembun diketahui telah menyampaikan permintaan maaf secara resmi kepada publik.

Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui surat dari Kepala SPPG Mojorembun yang juga diunggah melalui akun media sosial TikTok milik pihak terkait.

“Benar, itu surat dari Kepala SPPG Nganjuk Mojorembun. Sudah diposting juga di akun TikTok-nya,” pungkas Judy.

(ameera/arrahmah.id)