KABUL (Arrahmah.id) - Mawlawi Mohammad Yaqoob Mujahid, Menteri Pertahanan Nasional Imarah Islam Afghanistan, mengatakan pemerintah Afghanistan secara konsisten berupaya menyelesaikan perselisihannya dengan Pakistan melalui negosiasi dan saling pengertian, dengan memprioritaskan diplomasi. Namun, ia mengatakan Pakistan tidak mematuhi prinsip ini.
Dalam wawancara khusus dengan Tolo News, Mujahid menyatakan bahwa setiap serangan oleh Pakistan akan dibalas oleh Imarah Islam, memperingatkan bahwa jika Kabul menjadi tidak aman, Islamabad juga akan menghadapi ketidakamanan.
Ia mengatakan dalam wawancara tersebut: “Jika Kabul dibuat tidak aman, Islamabad juga akan menjadi tidak aman. Jika Kabul diserang, Islamabad akan diserang. Mereka tidak boleh berpikir bahwa mereka dapat membunuh orang di Kabul, mengganggu keamanan di sana, dan tetap memiliki perdamaian di Islamabad.”
Ia juga menyinggung Garis Durand, mengatakan bahwa Pakistan berupaya agar Garis Durand diakui sebagai perbatasan resmi.
Mawlawi Mohammad Yaqoob Mujahid mengatakan: “Pakistan menginginkan Garis Durand diakui sebagai perbatasan. Ini adalah masalah historis yang belum diselesaikan oleh pemerintah saat ini maupun pemerintah sebelumnya. Karena masalah ini masih belum terselesaikan, hal itu seharusnya tidak menjadi penyebab meningkatnya ketegangan.”
Mujahid menambahkan bahwa selama konsultasi yang diadakan antara Afghanistan dan Pakistan dengan mediasi Arab Saudi, telah dilakukan upaya untuk mencapai kesepakatan potensial. Namun, perbedaan pendapat mengenai beberapa isu mencegah kedua pihak mencapai hasil akhir.
Menurutnya, kebijakan Afghanistan terhadap Pakistan didasarkan pada tiga prinsip:
- Wilayah kedua negara tidak boleh digunakan untuk melawan satu sama lain.
- Penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Afghanistan.
- Pemisahan masalah perdagangan dari masalah keamanan.
Mujahid mengatakan: “Wilayah kami tidak akan digunakan untuk melawan Pakistan, dan wilayah Pakistan tidak boleh digunakan untuk melawan kami. Kami siap berkomitmen untuk hal ini. Isu lain adalah penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Afghanistan. Setiap penghinaan terhadap integritas wilayah Afghanistan tidak pernah dapat diterima oleh rakyat Afghanistan dan tidak dapat ditoleransi.”
Ia menambahkan bahwa meskipun ketegangan terus berlanjut, pintu diplomasi tetap terbuka, dan jika Pakistan benar-benar mengambil langkah untuk menyelesaikan masalah, Afghanistan juga akan siap untuk berdialog.
Menurut Mujahid, tiga tentara Pakistan yang sebelumnya ditahan selama bentrokan telah diserahkan kepada Islamabad oleh Imarah Islam sebagai isyarat niat baik. (haninmazaya/arrahmah.id)
