ISLAMABAD (Arrahmah.com) - Ratusan warga persukuan Pakistan pada Selasa (27/9/2011) mengancam Amerika Serikat yang terus mendesak agar segera dilakukan perang melawan jaringan Haqqani di Waziristan Utara.
Dalam protes yang diselenggarakan oleh partai tebesar di Pakistan, Jamaat-e-Islami, para aktivis lokal yang sebagaian menenteng Kalashnikov, berkumpul di kota kota Jamrud di distrik Khyber.
Para pemrotes kemudian berjalan ke kota Landikotal, di sana para pemimpin partai berorasi.
Mereka meneriakkan slogan-slogan seperti, "Matilah Amerika!", "Allaahu akbar!", dan "Jihad!", kutip AFP.
Ada kegelisahan yang tumbuh di Pakistan tentang tekanan AS untuk mengambil tindakan terhadap jaringan Haqqani. Washington menuduh Haqqani, dengan keterlibatan lembaga Inter-Services Intelligence Pakistan, atas serangan September di kedutaan besarnya di Kabul dan basis NATO di Afghanistan tengah.
Pakistan telah mengatakan tidak akan tunduk pada tuntutan AS dan menolak klaim bahwa Islamabad mendukung jaringan tersebut.
Meskipun tidak ada menunjukkan Amerika Serikat sedang mempertimbangkan serangan darat, Pakistan khawatir bahwa AS akan mengirimkan pasukan darat mereka.
"Amerika telah gagal di Afghanistan Apakah mereka perlu kuburan lain di daerah persukuan Pakistan?" kata Qazi Hussain Ahmed, seorang pemimpin JI yang terkemuka, mengatakan dalam pertemuan itu, menyerukan agar pemerintah segera mengakhiri persekutuan mereka dengan AS.
"Kami akan membuktikan bahwa daerah suku Pakistan akan menjadi kuburan besar bagi orang Amerika jika mereka menyerang daerah kami," tambahnya. (althaf/arrahmah.com)
