GAZA (Arrahmah.id) – Jumlah korban dalam pembantaian brutal yang dilakukan pasukan penjajah “Israel” terhadap warga sipil yang sedang menunggu bantuan kemanusiaan di utara Jalur Gaza pada Rabu malam (30/7) meningkat menjadi 51 orang syahid dan 648 lainnya terluka, di tengah serangan udara dan darat yang terus berlanjut.
Dalam pernyataan resminya, Kantor Media Pemerintah Gaza mengonfirmasi bahwa penjajah “Israel” melakukan pembantaian massal di kawasan As-Sudaniyah, utara Gaza. Serangan itu terjadi selama hampir tiga jam dan menargetkan warga sipil yang tengah berjuang mendapatkan bantuan makanan dari truk-truk bantuan yang tiba melalui kawasan Zikim, di tengah kondisi kelaparan ekstrem akibat blokade berkepanjangan yang diberlakukan “Israel” selama berbulan-bulan.
Menurut kantor tersebut, sebanyak 112 truk bantuan berhasil memasuki Gaza pada Rabu, namun sebagian besar mengalami penjarahan akibat kekacauan dan kondisi keamanan yang buruk. Mereka menekankan bahwa kebutuhan dasar di Gaza memerlukan minimal 600 truk bantuan dan bahan bakar setiap hari agar bisa bertahan.
Kelaparan Dijadikan Senjata Perang
Kantor Media Pemerintah menegaskan bahwa pembantaian ini, bersama rangkaian kejahatan sebelumnya, menunjukkan bahwa penjajah “Israel” secara sistematis menggunakan kelaparan sebagai senjata perang, dan dengan darah dingin membunuh warga sipil yang hanya mencari sesuap makanan—sebuah pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan kemanusiaan.
Pihak Gaza menyerukan kepada masyarakat internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera membuka seluruh perlintasan dan mengakhiri pengepungan kejam yang mematikan ini. Mereka juga mendesak agar bantuan kemanusiaan, termasuk susu bayi, dapat masuk secara aman dan berkelanjutan. Penjajah “Israel” dan negara-negara yang mendukung agresinya disebut bertanggung jawab penuh atas kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Gaza.
86 Syahid Sejak Rabu Pagi, Mayoritas Pencari Bantuan
Sumber medis dari rumah sakit-rumah sakit Gaza menyebutkan bahwa sejak Rabu pagi, 86 warga Palestina gugur syahid, termasuk 71 orang yang sedang mengantre bantuan. Sementara itu, kelaparan terus merenggut nyawa warga Gaza di berbagai wilayah.
Pada hari yang sama, pasukan penjajah “Israel” kembali melancarkan serangan udara dan artileri ke berbagai wilayah di Jalur Gaza, meskipun sebelumnya mereka mengklaim adanya “gencatan senjata kemanusiaan” di tiga kawasan padat penduduk.
Hingga kini, perang genosida yang didukung penuh oleh Amerika Serikat ini telah mengakibatkan lebih dari 206.000 warga Palestina gugur atau terluka, sebagian besar adalah anak-anak dan wanita, dengan lebih dari 10.000 orang hilang dan ratusan ribu lainnya mengungsi dalam kondisi kelaparan dan penderitaan tak terperi.
(Samirmusa/arrahmah.id)
