WELLINGTON (Arrahmah.com) - Badan intelijen Selandia Baru meluncurkan sebuah investigasi yang memperlihatkan adanya operasi mata-mata Israel di Christchurch setelah banyaknya aktivitas yang mencurigakan pasca gempa bumi Februari.
Tapi Perdana Menteri Selandia Baru, John Key, tetap membela bahwa hasil penyelidikan itu telah tuntas dan tidak ditemukan kesalahan apapun dari operasi yang dilakukan oleh Israel di negerinya, Guardian mengutip pada hari Rabu (20/7/2011).
Namun masih muncul pertanyaan berpusat pada potensi pelanggaran sistem komputer polisi nasional Selandia Baru.
Menurut sebuah laporan di Southland Times, penyelidikan itu berawal dari keberangkatan tiga warga Israel dari Selandia Baru beberapa jam setelah gempa pada 22 Februari dan penemuan sebanyak lima paspor di salah satu dari tiga warga Israel yang tewas.
Bahkan ada juga laporan bahwa tim pencari dan penyelamat Israel yang ditolak masuk ke pusat bisnis Christchurch.
Ada spekulasi yang berkembang di Selandia Baru bahwa negara itu sedang menghadapi sekuel kejadian tahun 2004, ketika pemerintah Helen Clark mengenakan sanksi diplomatik terhadap Israel setelah dua agen Mossad dihukum atas kasus penipuan paspor di Auckland. Pemerintah Israel meminta maaf tahun berikutnya.
Perdana menteri Selandia Baru, yang mengunjungi Amerika Serikat, awalnya tidak banyak berkomentar. "Hal ini tidak masuk dalam kepentingan nasional," kilah Key sembari menegaskan bahwa ia telah melakukan sejumlah panggilan kepada perdana menteri Israel, Benjamin Netanyahu, beberapa jam setelah gempa Christchurch.
Kemudian di hari yang lain, Key mengatakan bahwa ditemukannya sejumlah warga Israel di negaranya tidak terkait dengan operasi intelijen apapun. Dalam sebuah pernyataan ia mengatakan kesimpulan penyelidikan memperlihatkan tidak ada bukti bahwa semua itu adalah konspirasi.
"Lembaga Keamanan telah melakukan investigasi dan tidak menemukan bukti apa pun selain bahwa orang-orang ini adalah backpacker."
"Penyelidikan yang telah dilakukan telah menyeluruh dan tidak menemukan bukti hubungan antara sekelompok orang ini dan intelijen Israel."
Penulis Southland Times, Fred Tulett, mengeluarkan pernyataan yang berseberangan Key. Penyelidikan itu masih berlanjut, kata Tulett. Dia mempertahankan bahwa lima paspor itu milik warga Israel yang tewas, Benyamin Mizrahi.
Duta Besar Israel untuk Pasifik Selatan, Shemi Tzur, mengatakan setiap laporan yang mengatakan adanya agen Mossad di Christchurch adalah "fiksi". (althaf/arrahmah.com)
Ada operasi rahasia Israel di Selandia Baru pasca gempa bumi Christchurch
Althaf
Jumat, 22 Juli 2011 / 21 Syakban 1432 08:58
