ANTWERP (Arrahmah.id) -- Aktivis Pro-Palestina melukis grafiti anti-Israel yang besar di kereta Belgia. Gerbong kereta api yang digambari penuh dengan pesan anti-Israel di Antwerp memicu kecaman dan tuduhan kelalaian oleh para pemimpin Yahudi.
Dilansir JNS (25/11/2025), besarnya desakan para pemimpin Yahudi akhirnya membuat perusahaan kereta api nasional Belgia pada hari Senin menghapus grafiti besar bertuliskan "negara teroris Israel" dari salah satu gerbongnya.
Grafiti tersebut, yang dihapus beberapa jam setelah dibuat oleh orang tak dikenal, membentang di sepanjang salah satu gerbong, menampilkan huruf-huruf merah raksasa yang digariskan dengan warna hijau pekat dengan batas hitam tebal dan dibentuk dengan font bergaya film horor yang menetes. Siluet bom berwarna putih seperti hantu menghiasi latar belakang.
Dalam video kereta yang beredar di akun-akun anti-Israel di media sosial, para penumpang di bangku-bangku stasiun kereta Antwerp menggulir ponsel mereka atau menunggu sambil membawa barang bawaan, sebagian besar tidak peduli dengan dinding grafiti yang mengganggu di belakang mereka. Rekaman drone kereta yang melintasi pedesaan Belgia juga beredar di internet.
Bulan lalu, rekaman serupa muncul dari sebuah kereta Belgia dengan slogan "Matilah IDF." Slogan itu juga dilukis dengan apik di seluruh gerbong kereta.
Forum Organisasi Yahudi dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa mereka sangat marah atas insiden tersebut, yang meningkatkan ketegangan di masyarakat, meningkatkan polarisasi, dan menciptakan iklim yang memungkinkan antisemitisme berkembang.
Forum berterima kasih kepada pihak berwenang dan Michael Freilich, seorang anggota parlemen Yahudi, atas upaya mereka untuk menghapus grafiti tersebut. Freilich juga berterima kasih kepada perusahaan kereta api tetapi menambahkan pada X bahwa penyelidikan tentang bagaimana hal ini (berulang kali) bisa terjadi mutlak diperlukan.
Forum tersebut menyatakan bahwa insiden tersebut hanya dapat terjadi karena kelalaian yang disebutnya tidak dapat diterima dan tidak dapat dipahami dari sebuah perusahaan pemerintah, yaitu perusahaan kereta api nasional MNBS.
"Kami berharap, melihat peran historis selama Perang Dunia II, akan ada lebih banyak perhatian terhadap isu-isu seperti ini saat ini," kata Forum tersebut.
Perusahaan kereta api nasional Belgia membantu mengangkut orang-orang Yahudi ke kamp konsentrasi dan kamp kematian ketika Belgia berada di bawah pendudukan Jerman.
Awal bulan ini, Wies De Graeve, direktur Amnesty International di Wilayah Flemish, Belgia, secara terbuka meminta MNBS untuk melarang perusahaan Spanyol, CAF, untuk bersaing dalam tender untuk kesepakatan besar karena CAF memiliki proyek di 'Israel'. (hanoum/arrahmah.id)
