Memuat...

AS Siapkan Invasi Darat ke Jantung Minyak Iran, Kharg Jadi Target Utama

Samir Musa
Senin, 23 Maret 2026 / 4 Syawal 1447 07:15
AS Siapkan Invasi Darat ke Jantung Minyak Iran, Kharg Jadi Target Utama
Pulau Kharg merupakan pusat utama ekspor minyak Iran (AFP).

WASHINGTON (Arrahmah.id) – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terus meningkat tajam. Media Israel, Jerusalem Post, melaporkan bahwa Washington kini tengah mempertimbangkan opsi ekstrem berupa operasi militer darat untuk merebut Pulau Kharg—jantung ekspor minyak Iran.

Menurut dua sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, pejabat tinggi Amerika telah memberi tahu sekutu mereka, termasuk "Israel", bahwa langkah militer mungkin menjadi satu-satunya jalan jika Iran terus menghalangi lalu lintas kapal di Selat Hormuz.

Pulau Kharg sendiri merupakan titik vital bagi Iran, karena sekitar 90 persen ekspor minyak mentahnya dikirim dari pulau ini, terutama ke China. Jika pulau tersebut jatuh, maka ekonomi Iran berpotensi menerima pukulan telak.

Mobilisasi Militer Besar-besaran

Seorang pejabat Amerika mengungkapkan bahwa militer AS telah mempercepat pengerahan ribuan personel ke kawasan Timur Tengah. Di antaranya adalah kelompok kesiapan amfibi USS Boxer, yang terdiri dari kapal serbu amfibi USS Boxer, serta kapal pengangkut USS Portland dan USS Comstock.

Ketiga kapal tersebut membawa sekitar 4.500 marinir, lengkap dengan dukungan tempur lainnya, yang siap digerakkan dalam skenario operasi darat.

Ultimatum dan Ancaman Trump

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengklaim bahwa pasukannya telah menghancurkan seluruh target militer di Pulau Kharg dalam serangan udara sekitar 10 hari lalu.

“Kami telah menghancurkan semua target militer di pulau itu,” ujar Trump. Namun ia mengaku sengaja tidak menghancurkan infrastruktur minyak secara total, sambil memperingatkan bahwa keputusan tersebut bisa berubah.

Dalam pernyataan terbaru, Trump bahkan mengeluarkan ultimatum keras: jika Iran tidak membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu 48 jam, maka fasilitas energi Iran akan menjadi target berikutnya.

Iran Menantang, Eskalasi Tak Terhindarkan

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Iran tidak menunjukkan tanda-tanda akan mundur. Bahkan sejak 28 Februari lalu, Teheran telah menutup Selat Hormuz dan memperketat kontrol atas jalur laut strategis tersebut.

Sejak saat itu, konflik berkembang menjadi konfrontasi terbuka. Amerika Serikat dan "Israel" melancarkan serangan beruntun ke wilayah Iran, sementara Teheran membalas dengan rudal dan drone yang diarahkan ke "Israel", serta menargetkan kepentingan Amerika di kawasan.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran luas bahwa konflik dapat berubah menjadi perang besar di kawasan Teluk, terutama jika opsi invasi darat benar-benar dijalankan.

(Samirmusa/arrahmah.id)