Memuat...

AS terganggu oleh meningkatnya anti-Amerikanisme di Mesir

Althaf
Kamis, 11 Agustus 2011 / 12 Ramadan 1432 11:43
AS terganggu oleh meningkatnya anti-Amerikanisme di Mesir
AS terganggu oleh meningkatnya anti-Amerikanisme di Mesir

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Pemerintahan Obama pada Rabu (10/8/2011) menyatakan keprihatinan mengenai sentimen anti-Amerika di Mesir yang terus meningkat, di mana ia melihat banyaknya serangan dan kritik terhadap bantuan dan motif AS bersamaan dengan masa transisi negara ini.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan, pihaknya telah membahas masalah ini bersama pejabat Mesir. AS mengeluh bahwa kritik yang dilontarkan oleh sejumlah pihak di Mesir "tidak akurat" dan "tidak adil". Selain itu, deplu AS pun menyatakan bahwa serangan terhadap Anne Patterson, Duta Besar baru AS untuk Mesir, tidak dapat diterima."

"Sehubungan dengan terus meningginya anti-Amerikanisme dalam wacana publik Mesir, kami merasa prihatin," kata juru bicara departemen, Victoria Nuland, pada wartawan.

"Kami telah menyatakan keprihatinan ini kepada pemerintah Mesir. Kami pikir sentimen ini semacam representasi yang tidak akurat mengenai Amerika Serikat. Hal ini tidak adil. Kami sangat mendukung usaha transisi Mesir untuk masa depan yang demokratis, dan kami akan terus berada di sana. untuk Mesir."

Nuland membela Patterson sebagai salah satu orang terbaik, yang paling dihormati, dan duta besar paling berpengalaman di seluruh dunia.

"Dan dia di Mesir untuk mewakili kebijakan AS dan aspirasi rakyat Amerika untuk mendukung, yang kuat demokratis, Mesir yang makmur."

Para pejabat Amerika mengatakan Menteri Negara Hillary Rodham Clinton mengangkat masalah ini dengan kepala intelijen Mesir yang baru, Mayor Jenderal Murad Muwafi, dalam pertemuan 28 Juli di Washington.

Selama kunjungan ke Washington Juli, Mayor Jenderal Mohammed al-Assar, anggota Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata Mesir, mengkritik Amerika Serikat karena memberikan pendanaan pada kelompok-kelompok pro-demokrasi dan hal ini jauh dari pengawasan pemerintah Mesir.

Pada konferensi yang diselenggarakan oleh Institut Perdamaian AS, Al-Assar mengatakan bahwa beberapa negara termasuk Amerika Serikat telah melanggar konstitusi dan kedaulatan Mesir.

Beberapa jam sebelumnya pada hari yang sama, ia bertemu dengan sejumlah ulama di markas besar konsulat Mesir. Dia mengulangi gagasan yang sama dan berkata, "semua dana asing harus tunduk pada pengawasan di Mesir."

Pemerintah Mesir mengaku terkejut oleh tingginya sentimen anti-Amerika di Timur Tengah, khususnya di Mesir di mana Presiden Barack Obama menyampaikan pidato tahun 2009 lalu yang dimaksudkan untuk meredakan ketegangan antara Amerika Serikat dan dunia Arab dan Muslim. (althaf/arrahmah.com)