TEPI BARAT (Arrahmah.id) - Bentrokan hebat meletus antara pejuang perlawanan Palestina dan tentara pendudukan ‘Israel’ di kamp Tulkarem di Tepi Barat, sementara pasukan pendudukan terus melakukan penggerebekan dan penangkapan malam hari di berbagai kota di Tepi Barat.
Koresponden Al Jazeera mengatakan bahwa bentrokan bersenjata terjadi antara pejuang perlawanan Palestina dan tentara pendudukan di sekitar kamp Tulkarem di Tepi Barat.
Koresponden tersebut menambahkan bahwa pasukan pendudukan ‘Israel’ mengepung kamp Tulkarem di sebelah timur kota di Tepi Barat itu.
Sementara itu, Brigade Syuhada Al-Aqsa-Tulkarem mengumumkan beberapa waktu lalu bahwa para pejuangnya menargetkan pasukan pendudukan yang menyerbu kamp tersebut dengan peluru dan alat peledak.
Pada gilirannya, Batalion Tulkarem, yang berafiliasi dengan Brigade Al-Qassam, mengatakan bahwa mereka meledakkan serangkaian alat peledak di kendaraan ‘Israel’ di sekitar kamp Tulkarem.
Sementara itu, pasukan pendudukan ‘Israel’ menyerbu desa Burqa, sebelah timur Ramallah dan Kegubernuran Al-Bireh di Tepi Barat bagian tengah.
Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa pasukan pendudukan menyerbu desa tersebut di tengah penembakan besar-besaran dengan amunisi aktif, bom suara, dan bom gas, yang menyebabkan kasus-kasus sesak napas di antara warga Palestina.
Pasukan pendudukan juga memaksa pemilik toko untuk menutup toko mereka, dan menembakkan suar ke langit desa, yang menyebabkan bentrokan dengan warga Palestina yang mencoba menghadapi serangan tersebut.
Seorang syuhada di Nablus
Di Nablus, seorang pemuda Palestina menjadi syuhada pada Rabu malam (21/8/2024), setelah terluka akibat serangan pesawat nirawak ‘Israel’ di kamp Balata.
Kantor Berita resmi Palestina mengutip sumber-sumber medis yang mengatakan bahwa Jamal Ahmed Abdul Rahman Al-Saudi (21) dari kamp Balata syahid karena luka-luka yang dialaminya selama agresi pendudukan di kamp tersebut sekitar sepekan yang lalu.
Pada 15 Agustus, serangan pesawat nirawak ‘Israel’ terhadap perkumpulan warga di kamp Balata menewaskan dua pemuda dan melukai tujuh lainnya, termasuk Jamal al-Saudi, yang dipindahkan ke Rumah Sakit Pemerintah Rafidia di Nablus, sebelum kematiannya diumumkan hari ini.
Berkaitan dengan perang dahsyat yang dilancarkan ‘Israel’ di Gaza sejak 7 Oktober 2023, para pemukim dan tentara ‘Israel’ telah meningkatkan operasi militer dan serangan terhadap warga Palestina di Tepi Barat, yang mengakibatkan 637 warga Palestina menjadi syuhada dan sekitar 5.400 orang terluka, menurut data dari Kementerian Kesehatan Palestina. (zarahamala/arrahmah.id)
